Kelurahan Gondrong, sebuah kelurahan di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, menyimpan misteri di balik namanya yang unik. Lurah Gondrong, Muhlis Cahyadi, mengungkapkan bahwa terdapat beragam versi asal-usul nama yang beredar di tengah masyarakat setempat.
"Memang banyak, ada beberapa informasi yang kami dapatkan dari sesepuh atau tokoh masyarakat yang ada di Kelurahan Gondrong," jelas Muhlis saat ditemui di kantor Kelurahan Gondrong, Selasa (4/8/2026).
Tiga Versi Asal-usul Nama Gondrong
Versi pertama menceritakan tentang seorang laki-laki berambut gondrong yang sering hilir mudik di wilayah tersebut. Sosok ini konon menjadi asal-usul penamaan 'Gondrong Seberang' dan 'Gondrong Udik' yang masih dikenal hingga kini.
"Memang ada beberapa kisah juga dulu di Kelurahan Gondrong itu ada seorang laki-laki ya, yang berambut gondrong. Dia itu sering hilir mudik di sekitar Kelurahan Gondrong. Banyak yang menanya, 'Mas Gondrong mau ke mana?' Dia bilang 'Saya mau ke Seberang.' Dia datang lagi, jalan lagi, 'Mas Gondrong mau ke mana?' 'Saya mau ke Udik,'" kata Muhlis.
"Makanya di sini kan ada istilah Gondrong Seberang, ada juga Gondrong Udik di sini. Kalau yang (kantor) kelurahan ini nih, disebutnya Gondrong Seberang gitu kan. Kalau di sebelah sana, di RW 05, disebutnya Gondrong Udik," sambungnya.
Pohon Jambu Cingcalo dan Tokoh Mat Item
Versi kedua mengaitkan nama Gondrong dengan tanaman khas daerah tersebut. Dahulu, wilayah Gondrong banyak ditanami pohon jambu cingcalo yang memiliki daun sangat rimbun, sehingga disebut gondrong.
"Kelurahan Gondrong itu dulunya banyak ditanami pohon jambu, jambu cingcalo. Jambu cingcalo itu daunnya rimbun, sangat rimbun, dan makanya disebut gondrong gitu kan," katanya.
Versi ketiga menghubungkan nama Gondrong dengan tokoh Haji Mohammad Item atau Mat Item. Muhlis menyebutkan bahwa tokoh Mat Item memiliki rambut gondrong, yang mungkin menjadi inspirasi penamaan kelurahan tersebut.
"Dan juga ada yang menautkan dengan tokoh Haji Mohammad Item, Mat Item. Itu dia memang yang berambut gondrong. Mungkin salah satu itulah yang bisa diartikan bahwa nama desa, nama kelurahan ini disebut Gondrong," katanya.
Versi yang Paling Dipercaya Masyarakat
Menurut Muhlis, dari ketiga versi tersebut, dua di antaranya paling sering beredar di masyarakat. Versi tentang pohon jambu cingcalo yang rindang dan sosok berambut gondrong yang sering keliling menjadi cerita yang paling dipercaya warga Gondrong.
"(Yang paling sering beredar di masyarakat) Pohon jambu itu, pohon jambu cingcalo yang rindang, seperti itu. Sama tokoh yang sering apa, keliling yang berambut gondrong," imbuhnya.
Keunikan nama Kelurahan Gondrong ini menjadi bagian dari kekayaan budaya dan sejarah lokal Tangerang. Meski belum ada kepastian ilmiah mengenai asal-usul pastinya, cerita-cerita rakyat ini terus dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai warisan budaya lisan.



