Riset Ipsos: Indonesia Peringkat 3 Dunia dalam Kepuasan Cinta
Riset Ipsos: Indonesia Peringkat 3 Dunia dalam Kepuasan Cinta

Lembaga riset global Ipsos merilis temuan terbaru bertajuk Love Life Satisfaction Index 2026, sebuah studi yang mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap cinta, romansa, dan hubungan. Hasilnya menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia dengan skor kepuasan yang tinggi, menjadikannya salah satu negara paling 'bahagia' dalam urusan asmara.

Survei ini melibatkan 23.268 orang dewasa berusia di bawah 75 tahun yang tersebar di 29 negara, termasuk Indonesia. Pengumpulan data dilakukan pada periode 24 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026, dengan menggunakan indeks berskala 100 yang merupakan rata-rata dari sejumlah pertanyaan mengenai cinta, romansa, dan hubungan.

Indonesia di Posisi Tiga Besar Global

Menurut laporan Ipsos, Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga dalam indeks kepuasan cinta secara global. Posisi ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merasa puas dengan kehidupan cinta dan hubungan mereka, baik yang sedang menjalin kasih maupun yang telah berkeluarga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sayangnya, laporan tersebut tidak merinci secara spesifik skor yang diraih Indonesia. Namun, masuknya Indonesia ke jajaran tiga besar merupakan pencapaian yang signifikan, mengingat survei ini melibatkan negara-negara dari berbagai benua dengan latar belakang budaya yang beragam.

Metodologi dan Cakupan Survei

Ipsos menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dewasa di 29 negara. Rentang usia responden dibatasi di bawah 75 tahun untuk memastikan keterwakilan populasi aktif. Survei dilakukan secara daring dan tatap muka, disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.

Indeks kepuasan cinta dihitung berdasarkan rata-rata jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mengeksplorasi persepsi individu terhadap kualitas hubungan romantis mereka, tingkat kebahagiaan dalam bercinta, serta kepuasan terhadap dukungan emosional dari pasangan.

Implikasi dan Makna Hasil Survei

Tingginya peringkat Indonesia dalam indeks ini mencerminkan optimisme dan kepuasan masyarakat terhadap kehidupan asmara. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor budaya, nilai kekeluargaan yang kuat, serta peran agama dan tradisi dalam membentuk hubungan yang harmonis.

Bagi para pembuat kebijakan dan pelaku industri, hasil survei ini dapat menjadi indikator kesejahteraan sosial yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kualitas hubungan interpersonal. Kepuasan dalam cinta dan hubungan sering kali berkorelasi dengan kesehatan mental dan produktivitas masyarakat.

Ipsos sendiri merupakan lembaga riset pasar terkemuka yang telah melakukan berbagai survei global di berbagai bidang. Dengan rilisnya Love Life Satisfaction Index 2026, Ipsos memberikan wawasan baru tentang bagaimana masyarakat di berbagai negara memandang cinta dan hubungan dalam kehidupan mereka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga