Hamas Manfaatkan Sisa Masa Pembinaan di Nusakambangan dengan Belajar Budidaya Ikan Sidat
Jakarta - Hamas (31), seorang warga binaan pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, memutuskan untuk menghabiskan sisa 7 bulan masa pembinaannya dengan fokus mempelajari budidaya Ikan Sidat. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan yang diikuti bersama narapidana lainnya di lokasi tersebut.
Kunjungan Komisi XIII DPR dan Menteri Imipas
Setelah kunjungan Komisi XIII DPR RI dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto ke area kolam Ikan Sidat di Pulau Nusakambangan, Hamas dan rekan-rekannya terlihat aktif merapikan kotak gabus bekas wadah bibit ikan. "Sisa masa pembinaan 7 bulan lagi," ungkap Hamas kepada media di lokasi pada Selasa (10/2/2026).
Rencana Masa Depan: Bekerja atau Pulang Kampung
Hamas mengaku sedang mempertimbangkan dua pilihan setelah masa pembinaan usai:
- Melamar sebagai pekerja di kolam Ikan Sidat di Nusakambangan.
- Kembali ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat.
"Masih bingung. Kalau tetap di sini, tapi kangen keluarga. Saya dari Garut," tuturnya. Ia menyatakan telah memperoleh banyak ilmu tentang budidaya ikan, khususnya Sidat, dari kegiatan sehari-hari selama pembinaan.
Keterampilan dan Manfaat yang Diperoleh
Selama di Nusakambangan, Hamas mengembangkan keterampilan praktis dalam instalasi kolam budidaya ikan. "Ilmu di sini yang saya dapat adalah bisa instalasi kolam-kolam. Saya tahu bagaimana cara pasang jaring membran, lalu bagaimana pemipaan atau pemasangan paralon untuk kolam," jelasnya.
Selain itu, ia mensyukuri premi bulanan sebesar Rp 450 ribu dari kegiatan budidaya ini, yang dilengkapi dengan fasilitas makan siang, kopi, dan rokok. "Jadi lumayan," tambah Hamas.
Impian Membuka Usaha Kecil di Kampung Halaman
Jika memutuskan pulang ke Garut, Hamas berencana memulai budidaya ikan skala kecil dengan ilmu yang telah diperoleh. "Ilmu yang didapat di sini, pasti berguna. Kepikiran mulai budidaya ikan kecil-kecilan jika pulang kampung," ujarnya penuh harap.
Program pembinaan seperti ini tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga harapan baru bagi warga binaan untuk reintegrasi sosial dan ekonomi setelah bebas.