Bupati Kotabaru Raih Antasari Award 2026 untuk Kepemimpinan Pendidikan Berkelanjutan
Bupati Kotabaru Raih Antasari Award 2026 untuk Pendidikan

Bupati Kotabaru Dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inspiratif di Antasari Award 2026

Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, H. Muhammad Rusli, telah mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Antasari Award 2026 sebagai Kepala Daerah Inspiratif di bidang Pendidikan Berkelanjutan. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam acara yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Validasi Komitmen Pemerintah Daerah

Penghargaan ini diterima secara langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru, Asriady Sulaiman. Ia menyatakan bahwa Antasari Award merupakan validasi atas komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang secara konsisten menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam rencana pembangunan daerah.

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena dedikasi dan komitmen Bupati Kotabaru dalam menjawab tantangan sektor pendidikan telah mendapat pengakuan langsung dari UIN Antasari, salah satu universitas terkemuka di Kalimantan Selatan," kata Asriady. Pengakuan dari institusi pendidikan tinggi ini dinilai sebagai dorongan moral yang sangat berarti bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pembangunan Holistik di Kalimantan Selatan

Dalam sambutannya di upacara penghargaan yang berlangsung di Banjarmasin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, menekankan bahwa Antasari Award bukan sekadar trofi seremonial. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk kehormatan sekaligus amanat berat bagi para penerimanya untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas moral, serta memberikan pelayanan publik yang transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Syarifuddin juga memaparkan komitmen pemerintah provinsi terhadap proyek strategis yang mendukung keberlanjutan. "Komitmen pemerintah provinsi adalah menjaga pembangunan berkelanjutan, termasuk penyelesaian jembatan Kotabaru–Tanah Bumbu yang ditargetkan rampung pada 2028, pembangunan Bendungan Riam Kiwa untuk pengendalian banjir, serta penguatan pangan daerah yang telah mencatatkan surplus produksi beras," ucapnya. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kalimantan Selatan dilakukan secara holistik, mencakup aspek fisik dan sumber daya manusia.

Visi Kotabaru Hebat dalam Pendidikan

Visi besar Bupati Kotabaru yang terangkum dalam tagline "Kotabaru Hebat" telah diterjemahkan ke dalam berbagai program strategis nyata di sektor pendidikan. Asriady menekankan bahwa tantangan di sektor pendidikan tidaklah ringan, namun dengan fokus dan dedikasi yang tepat, kemajuan dapat dicapai. Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan dunia akademis dinilai sangat penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, inklusif, dan mampu melahirkan generasi penerus yang kompetitif di masa depan.

Apresiasi Luas bagi Berbagai Pihak

Ajang Antasari Award 2026 tidak hanya menyoroti pencapaian satu individu, melainkan memberikan panggung apresiasi bagi berbagai elemen yang membangun ekosistem kemajuan daerah. Beberapa kepala daerah lainnya turut menerima penghargaan bergengsi ini, termasuk:

  • Gubernur Kalimantan Selatan yang diakui sebagai gubernur visioner untuk keberlanjutan daerah.
  • Walikota Banjarbaru mendapatkan pengakuan sebagai kepala daerah perempuan yang inspiratif dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan.
  • Bupati Barito Kuala yang dinobatkan sebagai pemimpin visioner dalam pembangunan daerah.

Selain para kepala daerah, Antasari Award 2026 juga dianugerahkan kepada:

  1. Rektor UIN Antasari Banjarmasin.
  2. Para pimpinan dan anggota DPRD Kalimantan Selatan.
  3. Kalangan akademisi yang telah menyumbangkan pemikiran kritis mereka.
  4. Sektor ekonomi, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perbankan.
  5. Perwakilan mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan.

Cakupan penghargaan yang komprehensif ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang kuat di Kalimantan Selatan, serta inklusivitas dalam upaya pembangunan banua. Antasari Award dirancang khusus sebagai ajang apresiasi bagi para pemimpin daerah, tokoh pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam menggerakkan roda pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.