Video Ahok Bagi Modal Usaha di Facebook Ternyata Hoaks Hasil Manipulasi AI
Sebuah video yang mengklaim mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan bantuan modal usaha melalui platform Facebook telah beredar luas di media sosial. Konten ini muncul pada pekan pertama Februari 2026 dan dengan cepat menarik perhatian publik, terutama di kalangan pengusaha kecil yang mencari dukungan finansial.
Hasil Investigasi Tim Cek Fakta Kompas.com
Setelah melakukan penelusuran mendalam, Tim Cek Fakta Kompas.com berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik video tersebut. Investigasi yang dilakukan dengan metode analisis digital dan verifikasi sumber menunjukkan bahwa video itu bukanlah rekaman asli, melainkan hasil manipulasi canggih menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Teknologi AI yang digunakan dalam pembuatan video ini memungkinkan pembuat konten untuk merekayasa wajah dan suara seseorang dengan tingkat realisme yang sangat tinggi, sehingga sulit dibedakan dari video asli oleh mata awam. Hal ini menandakan semakin canggihnya metode penyebaran informasi palsu di era digital.
Modus Penipuan yang Terindikasi
Berdasarkan analisis lebih lanjut, konten video Ahok ini terindikasi kuat sebagai bagian dari modus penipuan yang sistematis. Para ahli keamanan siber memperkirakan bahwa tujuan penyebaran video palsu ini adalah untuk mengelabui korban dengan iming-iming bantuan modal usaha, yang pada akhirnya bisa mengarah pada praktik penipuan finansial atau pengumpulan data pribadi secara ilegal.
Modus serupa telah beberapa kali ditemukan dalam kasus penipuan daring lainnya, di mana pelaku memanfaatkan figur publik ternama untuk membangun kredibilitas palsu dan menjerat korban yang tidak waspada.
Penyebaran Video di Platform Media Sosial
Video manipulasi AI yang menampilkan Ahok ini diketahui dibagikan melalui beberapa akun Facebook yang aktif menyebarkan konten kontroversial. Meskipun platform media sosial telah menerapkan kebijakan pelaporan dan penghapusan konten palsu, kecepatan penyebaran informasi di dunia digital seringkali mengungguli upaya moderasi tersebut.
Pakar komunikasi digital menyarankan masyarakat untuk selalu bersikap kritis dan melakukan verifikasi mandiri sebelum mempercayai atau membagikan informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan penawaran finansial atau bantuan dari figur publik.
Imbauan untuk Masyarakat
Dalam menanggapi maraknya konten palsu berbasis AI seperti ini, pihak berwenang dan lembaga pemeriksa fakta mengimbau masyarakat untuk:
- Selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi atau lembaga pemeriksa fakta terpercaya sebelum mempercayainya.
- Tidak mudah tergiur dengan penawaran bantuan finansial yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama yang disebarkan melalui media sosial tanpa mekanisme verifikasi yang jelas.
- Melaporkan konten mencurigakan yang ditemui di platform digital kepada penyedia layanan dan otoritas terkait untuk membantu memutus mata rantai penyebaran hoaks.
Kasus video Ahok ini menjadi pengingat penting tentang tantangan keamanan informasi di era teknologi canggih, di mana batas antara realitas dan rekayasa digital semakin kabur dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pengguna internet.