Gunung Semeru Erupsi Malam Ini, Luncurkan Awan Panas 4 Km
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas 4 Km

Gunung Semeru Erupsi Malam Ini, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4 Kilometer

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Peristiwa alam ini terjadi tepatnya sekitar pukul 20.02 WIB, dengan guguran awan panas yang menyembur hingga sejauh 4 kilometer dari puncak gunung.

Detail Erupsi dan Status Gunung

Berdasarkan laporan dari detikJatim, erupsi Gunung Semeru terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 20 milimeter dan durasi selama 3.560 detik. Awan panas tersebut meluncur ke arah sisi tenggara, khususnya menuju kawasan Besuk Kobokan, yang menjadi area perhatian utama bagi warga setempat.

Status Gunung Semeru saat ini masih berada di level tiga atau siaga, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, dalam pernyataannya pada Jumat malam. Isnugroho menegaskan bahwa erupsi ini terjadi sebanyak dua kali, disertai dengan letusan yang menghasilkan kolom abu setinggi 1 kilometer.

Imbauan untuk Masyarakat

Dalam upaya menjaga keselamatan, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. "Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di radius 13 Km dari puncak," tegas Isnugroho, menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi ancaman lanjutan, termasuk awan panas susulan, guguran lava, dan aliran lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah korban jiwa dan kerusakan properti akibat aktivitas vulkanik yang tidak terduga.

Dampak dan Langkah Antisipasi

Erupsi malam ini menambah catatan aktivitas Gunung Semeru yang sebelumnya telah beberapa kali menunjukkan peningkatan. Pihak BPBD dan instansi terkait terus memantau perkembangan situasi secara ketat, siap mengambil tindakan darurat jika diperlukan. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan dari otoritas setempat, dan menghindari area berbahaya hingga kondisi dinyatakan aman.

Dengan status siaga yang masih berlaku, pemantauan seismik dan visual akan terus dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda erupsi lebih lanjut. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada publik untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam ini.