Tragedi Penembakan di Sekolah Thailand Selatan, Kepala Sekolah Tewas
Penembakan di Sekolah Thailand, Kepsek Tewas

Tragedi Penembakan di Sekolah Thailand Selatan, Kepala Sekolah Tewas

Jakarta - Aksi penembakan yang mengerikan terjadi di sebuah sekolah di wilayah Thailand selatan, mengakibatkan kepala sekolah tewas dan beberapa korban lainnya terluka. Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan senjata di negara tersebut, yang dikenal memiliki tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Kronologi Insiden dan Korban

Dilansir dari AFP pada Kamis, 12 Februari 2026, pelaku penembakan adalah seorang pria berusia 18 tahun yang memasuki sekolah Phatong Prathan Khiriwat dengan membawa senjata api. Ia kemudian melepaskan beberapa tembakan di dalam lingkungan sekolah, menciptakan kepanikan dan korban jiwa.

Kepala sekolah, yang diidentifikasi sebagai Sasiphat Sinsamosorn, meninggal dunia sekitar pukul 03.00 waktu setempat di Rumah Sakit Hat Yai setelah menjalani operasi darurat. Seorang petugas polisi di komunitas Thung Lung mengkonfirmasi kematian ini, sementara perwakilan rumah sakit menolak berkomentar lebih lanjut karena alasan peraturan privasi.

Selain kepala sekolah, korban lainnya termasuk seorang siswi berusia 14 tahun yang masih dirawat di rumah sakit karena luka tembak dan menjalani operasi. Seorang anak kedua juga menderita cedera pergelangan kaki setelah jatuh dari ketinggian selama insiden tersebut.

Respons dari Sekolah dan Penanganan Pelaku

Sekolah Phatong Prathan Khiriwat menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya Kepala Sekolah Sasiphat Sinsamosorn melalui sebuah unggahan di Facebook. Dalam pernyataannya, sekolah menegaskan bahwa kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan oleh kepala sekolah akan selalu tetap di hati seluruh komunitas pendidikan.

Pelaku penembakan, yang juga berada di Rumah Sakit Hat Yai untuk perawatan, telah berhasil ditangkap oleh pihak berwajib. Investigasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap motif di balik aksi kekerasan ini, yang menambah kekhawatiran akan keamanan di lingkungan sekolah.

Konteks Kekerasan Senjata di Thailand

Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di kawasan ini, dengan perkiraan sekitar 10 juta senjata api yang beredar di masyarakat. Angka ini setara dengan satu senjata untuk setiap tujuh penduduk, mencerminkan masalah serius dalam regulasi senjata.

Janji-janji masa lalu dari pemerintah Thailand untuk memperketat undang-undang senjata api ternyata belum mampu mencegah tragedi berulang. Pada tahun 2022, misalnya, seorang mantan polisi bersenjata pistol dan pisau menyerbu sebuah tempat penitipan anak di utara negara itu, membunuh 24 anak dan 12 orang dewasa dalam salah satu pembantaian massal paling mematikan dalam sejarah Thailand.

Insiden terbaru di sekolah Thailand selatan ini kembali menyoroti urgensi untuk menangani isu kekerasan senjata secara lebih efektif, demi melindungi nyawa warga, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya aman dan kondusif untuk belajar.