Pramono Siapkan Insentif Pajak dan Kegiatan Jelang Imlek-Ramadan 2026 di Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan berbagai insentif pajak dan serangkaian kegiatan untuk mendukung perekonomian ibu kota menjelang perayaan Imlek dan Ramadan tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai sebelumnya.
Strategi Dorong Ekonomi Melalui Insentif dan Kegiatan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa kebijakan ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pusat-pusat perbelanjaan, pelaku usaha, serta sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuannya adalah agar aktivitas ekonomi tetap bergairah, serupa dengan momentum Natal dan Tahun Baru yang lalu.
"Saya sudah memutuskan untuk menyambut Imlek, Gong Xi Fa Cai, serta Ramadan dan Idulfitri dengan mengadakan berbagai kegiatan di Jakarta," kata Pramono di Jakarta, seperti dikutip pada Sabtu, 7 Februari 2026. Dia menambahkan bahwa kegiatan tersebut mencakup upaya untuk menghidupkan pusat perbelanjaan dan UMKM, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbelanja dengan harga yang lebih kompetitif.
"Termasuk di dalamnya, kami mendorong pusat perbelanjaan dan UMKM agar semakin hidup, sehingga orang bisa menikmati belanja dengan harga yang tersedia dan kompetitif. Kami juga memberikan insentif pajak serta mengadakan lomba diskon dan sebagainya," jelasnya.
Efektivitas Terbukti dari Pengalaman Sebelumnya
Menurut Pramono, strategi serupa telah terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV tahun 2025. Dia menyatakan bahwa insentif pajak dan pelonggaran aktivitas ekonomi selama periode Natal dan Tahun Baru lalu berhasil mendorong transaksi hingga mencapai Rp 15,25 triliun.
"Transaksi di Jakarta saat menyambut Natal dan Tahun Baru mencapai Rp 15,25 triliun. Angka ini secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di triwulan keempat, yang mencapai 5,71 persen," paparnya. Pramono menegaskan bahwa inovasi kebijakan dan kreativitas dalam pembiayaan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap berada di atas rata-rata nasional.
"Tanpa creative financing dan inovasi-inovasi, pertumbuhan ekonomi di Jakarta kemungkinan hanya akan sama dengan pertumbuhan nasional," katanya.
Data Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada 5 Februari 2026, tercatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang tahun 2025 secara year on year mencapai 5,21 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sebesar 5,11 persen.
Sebagai informasi, perayaan Imlek tahun 2026 jatuh pada tanggal 17 Februari, sementara Ramadan diperkirakan akan dimulai pada 18 atau 19 Februari 2026. Dengan persiapan ini, Pemerintah DKI Jakarta berharap dapat terus memacu pertumbuhan ekonomi dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan ekonomi yang positif.