Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat perdagangan orang yang mengirimkan korban ke Libya. Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.
Modus Penipuan: Dijanjikan Bekerja di Turki
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa para korban diiming-imingi pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Turki dengan gaji sekitar Rp 7 juta per bulan. Namun, mereka justru diberangkatkan secara non-prosedural ke Libya.
"Para korban dijanjikan bekerja sebagai asisten rumah tangga di wilayah Turki dengan penghasilan sekitar Rp 7 juta setiap bulan. Namun mereka justru ditempatkan di Libya secara non-prosedural," kata Kombes Budi Hermanto, Jumat (24/7/2026).
Eksploitasi di Libya
Setiba di Libya, para korban mengalami berbagai bentuk eksploitasi. Mereka tidak menerima upah, menjadi korban kekerasan dan ancaman, jam kerja yang tinggi tanpa istirahat, serta paspor mereka ditahan.
"Korban mengalami eksploitasi seperti tidak menerima upah, kekerasan, ancaman, penahanan paspor, pembatasan pembebasan, serta jam kerja yang tinggi tidak mendapat istirahat," jelasnya.
Peran Tersangka
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa tersangka memberikan uang kepada calon korban agar mereka bersedia berangkat. "Untuk menarik minat korban juga, para tersangka memberikan fee awal kepada pihak keluarga sebesar Rp 2,5 juta-3 juta," tuturnya.
Kedua tersangka berinisial R alias Ica dan DY. R berperan menyuruh DY mencari korban dan menyalurkan pembiayaan. Sementara DY secara aktif mencari para korban untuk diberangkatkan ke luar negeri.
"Yang pertama yaitu tersangka atas nama R alias Ica dengan peran menyuruh tersangka DY untuk mencari para korban dan yang bersangkutan juga menyalurkan pembiayaan untuk para korban tersebut. Kemudian yang kedua adalah tersangka DY. DY secara aktif mencari para korban untuk diberangkatkan ke luar negeri," ucapnya.
Kasus ini terungkap berkat penyelidikan Polda Metro Jaya yang terus membongkar jaringan perdagangan orang internasional. Sebelumnya, Polda Metro juga telah membongkar sindikat yang mengirim 105 PMI ilegal ke Libya.



