Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya secara resmi meralat pernyataan sebelumnya terkait penyebab kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Jawa Timur. Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini menegaskan bahwa kebakaran tersebut tidak disebabkan oleh flare atau suar suporter sepak bola seperti yang sempat dilaporkan.
Klarifikasi DPKP: Bukan Flare
Rini menjelaskan bahwa terjadi kesalahan data dari laporan Command Center yang menyebutkan flare sebagai pemicu kebakaran. "Bukan flare, kita belum tahu. Itu teman-teman dari Command Center ya," ujar Rini saat dikonfirmasi pada Senin (20/7). Ia menambahkan bahwa jarak antara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang menggelar pertandingan Persebaya Surabaya versus PSIS Semarang pada Minggu (19/7) sore sangat jauh dari TPA Benowo. "Makanya saya kan juga bingung, masak flare, tempatnya jauh. Saya nggak tahu jaraknya, nanti salah," katanya.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, DPKP Surabaya masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Informasi awal menunjukkan titik api muncul kecil, lalu membesar setelah ditiup angin kencang. "Iya [penyebab masih diselidiki]. Memang awalnya kecil, anginnya sangat besar cepat merambat. Untuk memastikan terkait flare saya belum tahu, pastinya kita belum tahu juga," jelas Rini.
Kronologi Kebakaran
Kebakaran TPA Benowo terdeteksi mulai pukul 18.49 WIB pada Minggu (19/7) malam. Tumpukan sampah di lokasi terbakar hebat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan. Berdasarkan laporan resmi DPKP Kota Surabaya, api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 21.05 WIB, sementara proses pembasahan rampung dan lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 23.58 WIB.
Penanganan dan Sumber Daya
Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri dari dua unit dari Pos Pakal, satu unit dari Pos TOW, dua unit dari Rayon 5 Margomulyo, satu unit dari Rayon 2 Tambak Rejo, satu unit dari Pos Lakarsantri, dan satu unit dari Rayon 3 Rungkut. Petugas juga mendapat bantuan 15 unit tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya serta tujuh unit alat berat jenis bego. Area TPA Benowo secara keseluruhan memiliki luas sekitar 10 hektare, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 900 meter di Blok 1B.
Keterlibatan Instansi
Penanganan kebakaran ini melibatkan sejumlah pihak, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, DLH Kota Surabaya, dan Posko Terpadu Barat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (20/7), tidak ada lagi petugas pemadam di lokasi. Aktivitas di TPA Benowo berlangsung normal, dengan sejumlah truk pengangkut sampah keluar masuk seperti biasanya.
Profil TPA Benowo
TPA Benowo yang berlokasi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal, merupakan tempat pembuangan akhir sampah terbesar di Kota Surabaya dengan luas lahan mencapai sekitar 37 hektare. TPA yang telah beroperasi sejak tahun 2001 ini menampung sampah dari Kota Surabaya dan sekitarnya dengan kapasitas mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Selain berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, lokasi ini juga dikenal memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang diresmikan pada 2021 dan menjadi yang pertama serta terbesar di Indonesia.



