Misteri dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay di sebuah restoran di Jakarta Pusat semakin terkuak. Terbaru, pelapor yang merupakan teman Jesslyn mencabut laporannya di Polres Metro Jakarta Pusat karena tidak menyaksikan langsung kejadian.
Pelapor Cabut Laporan
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan bahwa pelapor atas nama NA datang ke Polres pada Minggu, 19 Juli 2026, untuk mencabut laporan. "Pelapor yang melaporkan, itu hubungannya adalah berteman dengan saudari J, pada hari Minggu kemarin juga sudah meminta dengan secara tertulis melayangkan pencabutan karena yang bersangkutan merasa bukan keluarga dan tidak melihat langsung," jelas Roby, Rabu (22/7/2026).
Peristiwa dugaan penculikan dilaporkan terjadi pada Senin (13/7) malam, sementara Jesslyn pergi ke Kuala Lumpur keesokan harinya bersama dua orang, termasuk ayahnya.
Calon Suami Akan Nikah dalam Waktu Dekat
Polres Metro Jakarta Pusat juga meminta keterangan dari Evan (37), calon suami Jesslyn. Kuasa hukum Evan, Andi Darti, mengatakan Evan fokus memastikan keberadaan dan keselamatan Jesslyn. "Kemarin calon suami Jesslyn didengarkan keterangannya di Polres. Dan Evan selaku calon suami saat ini fokus untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Jesslyn," kata Darti.
Evan belum mendapatkan informasi pasti soal keberadaan Jesslyn, meski polisi memiliki manifes penerbangan yang menunjukkan Jesslyn terbang ke Kuala Lumpur. Darti menduga ada perencanaan di balik hilangnya Jesslyn. "Kami belum bisa memastikan (Jesslyn ke Malaysia), tetapi ada beberapa bukti petunjuk yang menurut saya selaku kuasa hukum harus didalami yakni ada perencanaan terlebih dahulu," ujarnya.
Darti menambahkan bahwa Evan dan Jesslyn akan menikah dalam waktu dekat. Jesslyn sudah tinggal sendiri di apartemen kawasan Pluit selama 10 bulan setelah keluar dari rumah orang tuanya. "Barang-barang pribadi korban masih di apartemen. Nah, di situ udah hampir 10 bulan dia tinggal di situ. Nah, si Jesslyn ini itu juga dalam waktu dekat juga akan segera menikah dengan Evan," katanya.
Terpantau Terbang ke Malaysia
Polisi mengungkap manifes Jesslyn Wijaya Lay yang menunjukkan ia terbang ke Kuala Lumpur pada 14 Juli 2026, sehari setelah dugaan penculikan. "Tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dengan dua orang lainnya yang diketahui ada hubungan keluarga dengan J," kata AKBP Roby Heri Saputra, Selasa (21/7/2026).
Polisi telah melakukan olah TKP di restoran, namun tidak menemukan rekaman CCTV karena perangkat rusak. Meski pelapor mencabut laporan, penyelidikan masih berjalan.
Kejanggalan Versi Calon Suami
Menurut Andi Darti, Evan sempat mengantar Jesslyn membeli kue dan ke restoran tempat perayaan ulang tahun neneknya pada Senin (13/7). Jesslyn awalnya tidak merespons undangan, tetapi datang setelah teman dekatnya meneruskan undangan dari tante Jesslyn. Evan menunggu di dekat restoran.
"Saat itu Jesslyn diminta untuk membawa kue ulang tahun. Nah, terus Jesslyn datang, sempat membeli kue ulang tahun bersama dengan pacarnya, Evan," ucap Darti.
Evan masih berkomunikasi dengan Jesslyn sekitar pukul 19.00 WIB, tetapi mulai tidak bisa dihubungi sekitar pukul 21.30 WIB. Ia mendatangi restoran dan melihat kue ulang tahun masih ada. Saksi di lokasi menyebut Jesslyn diculik orang tak dikenal. "Nah, akhirnya dia diberi tahu ada peristiwa Jesslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi," cerita Darti.
Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn melalui HP, email, dan media sosial tanpa respons. Ia sempat melacak sinyal HP Jesslyn. "Menurut Evan, HP-nya masih memancar dari rumah orang tuanya yang di Ancol, yang di Puri Jimbaran," kata Darti.
Evan melapor ke polisi dan ikut olah TKP, tetapi CCTV restoran tidak berfungsi sejak 3 bulan lalu. Evan mencurigai adanya kerja sama antara pemilik restoran dengan pihak yang diduga merampas kemerdekaan Jesslyn. "Menurut salah seorang pegawai restoran, CCTV itu sudah tidak berfungsi sejak 3 bulan yang lalu. Tapi kami juga mencurigai ya, artinya menduga lah ya, bisa saja ini ada kerja sama juga antara pemilik restoran dengan pihak yang diduga merampas kemerdekaan Jesslyn," ucapnya.



