Jonathan Putra Siregar, Peserta Terbaik Seleksi Akpol 2026, Belajar 5,5 Jam per Hari dan Lari 150 Km Sepekan
Peserta Terbaik Seleksi Akpol 2026 Belajar 5,5 Jam Sehari

Jonathan Putra Siregar, calon taruna asal Polda Kalimantan Tengah, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026. Ia mencatatkan nilai rata-rata tertinggi dibandingkan 403 peserta lainnya. Dedikasi dan disiplin tinggi menjadi kunci kesuksesannya. Jonathan mengaku mempersiapkan diri secara mandiri dengan belajar hingga 5,5 jam setiap hari dan latihan lari mencapai 150 kilometer per minggu.

Strategi Belajar Mandiri dengan Bantuan AI

Jonathan mengandalkan berbagai sumber belajar untuk menguasai materi akademik. Ia memanfaatkan bimbingan belajar daring, soal-soal dari internet, dan bahkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membuat soal latihan bahasa Inggris dengan tingkat kesulitan tinggi. "Kiat-kiat yang saya lakukan di antaranya adalah dengan persiapan mandiri. Sumber belajar saya bermacam-macam, mandiri, itu dari online," ujar Jonathan kepada detikcom di Auditorium Cendikia, Senin (27/7/2026). Ia menambahkan, "Untuk bahasa Inggris saya bikin soal sendiri dengan bantuan artificial intelligence." Selain itu, ia juga mempelajari soal-soal Tes Potensi Akademik (TPA) secara intensif.

Pemuda yang memilih gap year setelah lulus SMA demi menjadi taruna Akpol ini membagi waktu belajar menjadi tiga sesi: pukul 08.00–12.00, 13.00–14.30, dan 19.00–21.00. Ia mengaku sengaja menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk karena mendengar bahwa soal seleksi tingkat pusat jauh lebih sulit dibandingkan tingkat daerah. "Saya menyiapkan segala kemungkinan terburuk karena saya dengar soalnya susah. Jadi saya latihan dengan soal-soal level paling sulit," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latihan Fisik Ekstrem Tanpa Mentor

Untuk tes kesamaptaan jasmani, Jonathan menyusun sendiri program latihannya dengan menonton video rekomendasi di media sosial, terutama YouTube. Ia berlatih tanpa mentor, hanya mengandalkan tutorial daring. "Latihan fisik saya lakukan sendiri dengan intensif, tidak ada mentor. Saya hanya berlatih mandiri dengan sumber ilmu dari medsos dan YouTube, video-video cara drill running, drill push up, drill sit up yang menunjang lari saya sehingga dapat 3.575 meter dalam 12 menit," terang anak peternak ayam pedaging ini.

Latihan fisik dilakukan dua kali sehari: pagi pukul 05.00–06.30 dan sore pukul 16.00–17.30. Intensitas lari Jonathan sangat tinggi, mencapai 80 hingga 150 kilometer per minggu. Hasilnya, dalam tes lari 12 menit ia mampu menempuh jarak 3.575 meter atau setara delapan putaran lebih 375 meter. Selain itu, ia meraih nilai TPA 72 dan Tes Bahasa Inggris 82.

Apresiasi dari Asisten Kapolri

Pada kesempatan terpisah, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Anwar menyatakan bahwa kemampuan fisik peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, terdapat 20 peserta yang berhasil menempuh jarak lari lebih dari 3.200 meter dalam waktu 12 menit. "Bayangkan kekuatan fisiknya. Artinya mereka serius betul mempersiapkan diri," pungkas Irjen Anwar. Prestasi Jonathan menjadi bukti nyata bahwa persiapan matang dan disiplin tinggi mampu mengantarkan seseorang meraih hasil terbaik dalam seleksi ketat Akpol.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga