Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, Tidak Ada Korban Jiwa
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, Tanpa Korban

Kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terbakar saat menjalani perawatan tahunan atau docking di PT Proskuneo Kadarusman di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu (22/7) malam. Kapal yang terbakar adalah KN SAR Ramawijaya 240, kapal utama milik Kantor Basarnas Mentawai. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kronologi Kebakaran

Seorang petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menyatakan bahwa kapal tersebut sedang melakukan docking di galangan kapal PT Proskuneo Kadarusman saat terbakar. Warga melaporkan kejadian ini pada pukul 19.58 WIB, dan petugas tiba di lokasi serta memulai pemadaman pada pukul 20.03 WIB.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan bahwa sebanyak 14 unit mobil damkar dengan 70 personel dikerahkan untuk memadamkan api. “Saat ini, situasi masih dalam tahap pendinginan,” ujar Gatot. Proses pendinginan masih berlangsung hingga pukul 20.44 WIB.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konfirmasi dari Basarnas

Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetio, mengonfirmasi bahwa Kapal KN SAR Ramawijaya 240 merupakan kapal utama milik Kantor Basarnas Mentawai. “Kapal yang terbakar milik Basarnas Mentawai dan saat ini, 20 mobil pemadam kebakaran memadamkan api di lokasi,” kata Ramli. Ia menambahkan bahwa kapal tersebut bukan milik Kantor SAR Jakarta, melainkan sedang menjalani perbaikan tahunan di perusahaan yang berlokasi di Muara Baru.

Kepala Kantor Basarnas Jakarta, Desiana Kartika Bahari, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. “Tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran tersebut, baik dari ABK yang sedang melakukan pengawasan maupun pegawai dari perusahaan docking kapal,” kata Desiana. Ia menjelaskan bahwa KN SAR Ramawijaya adalah kapal SAR sepanjang 40 meter yang dioperasikan oleh Kantor Basarnas Mentawai dan sedang menjalani docking tahunan.

Penanganan Kebakaran

Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikerahkan ke lokasi, didukung oleh personel rescue Kantor SAR Jakarta dari Pos SAR Kepulauan Seribu. Berkat upaya pemadaman intensif, kobaran api berhasil dikendalikan dan saat ini memasuki tahap pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Gatot Sulaeman mengungkapkan bahwa petugas masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan keterangan dari saksi terkait penyebab kebakaran. “Kami masih mengumpulkan informasi penyebab dan taksiran kerugian,” imbuhnya. Desiana menambahkan, “Penyebab kebakaran saat ini belum diketahui dan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk investigasi lebih lanjut.”

Dampak dan Investigasi

Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kapal utama Basarnas Mentawai mengalami kerusakan. Proses investigasi akan dilakukan oleh kepolisian untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, petugas damkar terus melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga