Maraknya aksi begal di Kota Bandung telah mengubah kebiasaan warga dalam bepergian, terutama pada malam hari. Claudia (21), warga Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, memesan tiga pengemudi ojek online (ojol) sekaligus saat pulang pada Senin (20/7/2026) dini hari. Perjalanan dari kawasan Gudang Selatan, Kecamatan Sumur Bandung, menuju rumahnya ditemani tiga motor ojol setelah ia mendengar kabar seorang temannya menjadi korban begal.
"Saya sering juga bawa kendaraan sendiri kalau malam. Cuma yang bikin takut adalah teman-teman yang pada dibegal. Teman-teman yang saya kenal. Kalau pengalamannya dari teman sendiri, saya lebih percaya karena lebih valid. Jadi lebih takut aja sih, Kak," ujar Claudia. Ia menambahkan bahwa suasana jalan yang lengang saat final Piala Dunia 2026 membuat rasa takutnya semakin besar. Keputusan memesan tiga ojol sempat membuat salah seorang pengemudi heran karena baru pertama kali menerima pesanan tiga motor untuk satu penumpang.
Dua Kasus Begal Keras di Bandung
Dalam beberapa pekan terakhir, unggahan mengenai dugaan aksi begal kerap muncul di media sosial. Rekaman CCTV, video amatir, hingga kesaksian korban dan warga silih berganti bermunculan, memperlihatkan aksi perampasan sepeda motor di sejumlah titik di Bandung dan sekitarnya.
Salah satunya dialami warga berinisial D pada Selasa (14/7/2026). Sekitar pukul 03.00 WIB, saat melintas di Flyover Kopo, Kecamatan Bojongloa Kidul, ia dipepet dua pelaku yang berboncengan. Korban dipaksa berhenti, lalu tangan kanannya dibacok menggunakan senjata tajam. Ia juga dipukul dan ditendang hingga tak berdaya sebelum sepeda motor dan telepon genggamnya dibawa kabur. Korban mengalami luka berat dan harus mendapat perawatan. Beruntung, kurang dari tiga jam setelah laporan diterima melalui Call Center 110, polisi menangkap dua pelaku berinisial RP dan RF.
Nasib nahas juga dialami Rizky Ramadhan Anwari (28). Pada Rabu (7/5/2026) malam, ia bersama kekasihnya dihampiri tiga pria berpenutup wajah yang mengaku polisi. Mereka meminta telepon genggam Rizky untuk diperiksa, menuduhnya menggunakan narkoba, dan memaksa korban mengikuti pemeriksaan ke arah Sukajadi. Saat di Jalan Babakan Ciparay, pelaku berpura-pura buang air kecil dan membawa kabur sepeda motor Rizky. Korban mengejar sambil berteriak minta tolong, namun para pelaku justru lebih dulu meneriakinya sebagai begal. "Malah berbalik saya yang dituduh begal," kata Rizky. Warga yang mendengar teriakan itu langsung mengeroyoknya. Beruntung, Tim Prabu Polrestabes Bandung melintas dan menghentikan aksi massa.
Data Kejahatan dan Langkah Tegas Polda Jabar
Polda Jawa Barat mencatat sedikitnya 24 kasus begal di berbagai wilayah dalam beberapa bulan terakhir, dengan 19 di antaranya viral di media sosial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan tingkat risiko kejahatan di Kota Bandung mencapai 192 per 100.000 penduduk. Pada periode yang sama, rata-rata terjadi satu tindak kejahatan setiap 2,2 jam. Polrestabes Bandung mencatat sedikitnya 2.675 laporan kejahatan sepanjang 2025.
Menanggapi rentetan aksi begal, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menyatakan bahwa masyarakat diperbolehkan melakukan tindakan perlindungan diri secara tegas dan terukur, namun tidak boleh sampai menghilangkan nyawa. "Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur jelas ya, dan ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh ya, kepada masyarakat boleh, dengan catatan tadi itu ya juga tegas terukur ya jangan sampai matilah, bahasanya ya," kata Hendra di Polda Jabar pada Selasa (21/7). Patroli akan ditingkatkan pada jam-jam rawan menjelang dini hari dengan jumlah personel yang diperbanyak.
Sayembara Gubernur Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan, mulai dari begal, jambret, maling, hingga copet. Hadiah berkisar Rp5 juta hingga Rp50 juta, dengan syarat pelaku harus diserahkan kepada aparat kepolisian dalam keadaan hidup. Pengumuman sayembara disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (23/7/2026).
"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp5 sampai Rp50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ungkap Dedi Mulyadi. Ia juga memastikan Pemprov Jabar berkoordinasi intensif dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya, serta menginstruksikan patroli rutin setiap malam. "Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi segala kemungkinan dalam setiap waktu," ujar dia.



