Perundungan di kalangan pelajar kembali terjadi. Kasus terbaru menimpa seorang siswa SMA di Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. Korban menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah pelajar lainnya. Dalam video yang viral, korban yang bertelanjang dada terlihat ditendang dan diinjak-injak oleh para pelaku.
Lokasi Kejadian dan Kronologi
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah gang sempit yang diapit tembok bangunan di kawasan Ciheulet, Kelurahan Baranangsiang, pada Rabu (3/6/2026) siang. Video penganiayaan itu direkam dan menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman, tampak setidaknya lima pelajar SMA berdiri di kedua sisi dan di depan korban. Mereka menendang, mencambuk menggunakan ranting pohon, hingga menginjak-injak korban yang tengkurap. Korban sempat diperintahkan melakukan push up sebelum akhirnya diinjak di bagian pinggang, punggung, dan kepala meski sudah mengerang kesakitan. Suasana di gang tersebut sepi tanpa ada orang lain yang melintas. Warga yang mendengar keributan kemudian melaporkan kejadian ini ke kepolisian.
Polisi Selidiki Kasus
Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi korban dan pelaku. "Kita sedang penyelidikan, siapa saja yang ada di dalam video itu, siapa korban dan pelakunya, masih dicari," ujar Asep saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026). Polisi mendatangi lokasi kejadian, namun para pelaku sudah tidak ada di tempat. "Setelah ada informasi warga, dicek sama anggota. Ternyata orangnya sudah pada tidak ada, sudah bubar," imbuhnya.
Seragam Sekolah Sebagai Petunjuk Awal
Meskipun tidak menemukan pelaku di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan barang bukti berupa seragam sekolah yang diduga milik korban. "Di lokasi ada tertinggal baju seragamnya, diduga punya korban," kata Asep. Dari penelusuran awal, seragam tersebut diketahui milik SMA Alwatasi Caringin, Kabupaten Bogor. Anggota Polsek Bogor Timur kemudian bergerak ke sekolah tersebut untuk mendalami kasus pengeroyokan ini. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa seragam tersebut bukan milik korban maupun pelaku, melainkan hanya diletakkan di lokasi.
Tujuh Pelajar Diamankan
Polisi akhirnya mengamankan tujuh pelajar yang diduga terlibat dalam perundungan tersebut. AKP Asep menyebut pelaku dan korban saling kenal dan beberapa berasal dari satu sekolah yang sama. "(Pelaku pengeroyokan) sudah kita amankan, sekarang ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polresta Bogor Kota," kata Asep. Dari tujuh orang yang diamankan, satu di antaranya adalah korban. Lima pelajar berasal dari SMK Bina Warga (BW) dan dua lainnya dari SMK PGRI 2. Korban juga merupakan siswa SMK BW, namun beralamat di Cigombong. Polisi masih mendalami motif dan kronologi lengkap perundungan tersebut.



