Video yang beredar di media sosial mengklaim pemain tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, menolak bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat penyerahan medali emas Piala Dunia 2026. Narasi tersebut adalah keliru dan hasil dari pemotongan video.
Kronologi Kejadian
Spanyol berhasil menjadi juara Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di partai final, Spanyol mengalahkan Argentina. Setelah pertandingan, Presiden AS Donald Trump hadir untuk menyerahkan medali emas kepada para pemain Spanyol.
Video yang beredar di Facebook menunjukkan momen saat Yamal berjalan melewati Trump tanpa bersalaman. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, video tersebut dipotong sehingga menghilangkan momen di mana Yamal kemudian kembali dan bersalaman dengan Trump.
Fakta Sebenarnya
Berdasarkan verifikasi, Yamal tidak menolak bersalaman. Ia sempat terlihat berjalan melewati Trump karena mungkin tidak melihat atau fokus pada prosesi. Namun, beberapa detik kemudian, Yamal kembali dan berjabat tangan dengan Trump dengan hangat. Video lengkapnya menunjukkan interaksi yang normal.
Hoaks ini menyebar luas di platform Facebook, dengan beberapa akun membagikan klip yang sama. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
Dampak dan Imbauan
Informasi yang salah dapat memicu persepsi negatif terhadap atlet maupun penyelenggara acara. Oleh karena itu, penting untuk selalu memverifikasi kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terus mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.



