Polisi di Turki berhasil menemukan 30 migran ilegal yang bersembunyi di dalam sebuah truk tangki di dekat perbatasan Iran. Namun, pihak berwenang belum mengungkapkan asal negara para migran tersebut.
Penemuan di Provinsi Bitlis
Dalam sebuah video yang diunggah oleh polisi di akun X pada Rabu, 4 Juni 2026, tampak petugas mengeluarkan beberapa pria dari lubang di bagian atas truk tangki yang terparkir di jalan di Provinsi Bitlis, wilayah timur Turki. Polisi menyatakan telah menangkap satu orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan manusia.
"Seorang tersangka yang terlibat dalam pengorganisasian perdagangan manusia ini telah ditangkap," demikian pernyataan polisi dalam unggahan tersebut.
Proses Deportasi
Polisi juga menyebut bahwa 30 migran yang ditemukan akan dideportasi. Namun, mereka tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait identitas maupun kewarganegaraan para migran. Saat dihubungi AFP, pihak kepolisian menolak memberikan komentar tambahan mengenai kasus tersebut.
Jalur Migrasi Ilegal
Penemuan migran yang bersembunyi di dalam truk bukanlah hal baru di wilayah tersebut. Provinsi Bitlis terletak sekitar 300 kilometer dari perbatasan Iran dan kerap menjadi jalur masuk migran ilegal ke Turki. Untuk menekan arus migrasi ilegal, Turki mulai membangun tembok perbatasan dengan Iran sejak 2021. Langkah ini terutama ditujukan untuk mencegah masuknya migran, yang sebagian besar berasal dari Afghanistan.
Hingga kini, Turki telah membangun sekitar 380 kilometer tembok beton, 553 kilometer parit, serta hampir 250 menara pengawasan di sepanjang perbatasannya dengan Iran.



