Kejagung Bawa Boks Kontainer Usai Geledah Kantor BGN
Kejagung Bawa Boks Kontainer Usai Geledah Kantor BGN

Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) terlihat membawa sebuah boks kontainer setelah melakukan penggeledahan di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta pada Rabu (3/6). Berdasarkan pantauan di lokasi, tiga kendaraan operasional Kejagung keluar secara beriringan dari area kompleks perkantoran BGN. Salah satu mobil tersebut tampak membawa boks kontainer berwarna biru yang ditempatkan di bagian belakang kendaraan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa proses penggeledahan telah berlangsung sejak Rabu dini hari hingga akhirnya iring-iringan mobil Kejagung meninggalkan lokasi. Penggeledahan ini dilakukan tepat satu hari setelah Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana dari jabatannya. Tidak hanya Dadan, Presiden juga mencopot dua Wakil Kepala BGN, yaitu Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya.

Audit Internal Sedang Berlangsung

Ketika ditanya apakah pencopotan tersebut berkaitan dengan dugaan praktik jual beli dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa saat ini sedang dilakukan audit internal. "Semua sedang dalam proses audit internal. Ini adalah bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kami lakukan," ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (2/6).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Penggeledahan

Penggeledahan yang dilakukan oleh tim Kejagung ini menyita perhatian publik karena berlangsung secara maraton. Boks kontainer yang dibawa keluar dari kantor BGN diduga berisi dokumen atau barang bukti yang berkaitan dengan penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kejagung mengenai isi boks kontainer tersebut.

Pemberhentian Dadan Hindayana dan dua wakilnya oleh Presiden Prabowo memicu spekulasi mengenai adanya masalah internal di BGN. Namun, pemerintah memastikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola, khususnya terkait program gizi nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga