Seorang pangeran Arab Saudi, Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al Saud (29), ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar London Marriott Hotel Kensington, London, Inggris. Kamar yang disewanya memiliki harga 600 poundsterling per malam, atau sekitar Rp 14,3 juta.
Kondisi Tubuh Sang Pangeran Saat Ditemukan
Dikutip dari The Telegraph, Kamis (23/7/2026), pihak berwenang menemukan bahwa kadar alkohol dalam darah pangeran tersebut hampir tiga kali lipat batas yang diperbolehkan untuk mengemudi. Selain itu, tes toksikologi juga mengungkap adanya jejak gamma-hydroxybutyrate (GHB), ganja, dan Xanax dalam tubuhnya.
Kombinasi zat-zat tersebut diduga kuat menjadi penyebab kematian. GHB dikenal sebagai obat penenang yang sering disalahgunakan, sementara Xanax adalah obat anti-kecemasan yang dapat menekan sistem saraf pusat. Kehadiran alkohol dalam jumlah tinggi memperparah efek depresan dari obat-obatan tersebut.
Investigasi Polisi Inggris
Polisi Inggris masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian. Belum ada laporan mengenai dugaan kekerasan atau tindak kriminal. Pangeran Abdullah diketahui tinggal di London untuk beberapa waktu, namun motif kehadirannya tidak dijelaskan secara rinci.
Keluarga kerajaan Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Kedutaan Besar Arab Saudi di London dilaporkan telah dihubungi dan sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Implikasi dan Reaksi Publik
Kematian ini menyoroti maraknya penyalahgunaan narkoba dan alkohol di kalangan bangsawan asing yang tinggal di London. Beberapa pihak menyerukan pengawasan lebih ketat terhadap peredaran obat-obatan terlarang di hotel-hotel mewah. Kasus ini juga menjadi pengingat akan bahaya konsumsi alkohol dan obat-obatan secara bersamaan.



