Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan puncak musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September. Informasi ini disampaikan BMKG sebagai bagian dari upaya memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait potensi dampak kekeringan.
Potensi El Nino dan Dampaknya
Menurut BMKG, terdapat peluang terjadinya fenomena El Nino dengan kategori moderat hingga kuat selama periode musim kemarau. El Nino dapat memengaruhi pola cuaca dan iklim secara signifikan, termasuk mengurangi curah hujan dan memperpanjang musim kemarau. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak tersebut.
Koordinasi dan Mitigasi oleh BMKG
“BMKG secara aktif berkomunikasi, berkoordinasi, serta melakukan pendampingan kepada pemangku kepentingan di tingkat daerah, seperti pemerintah daerah (pemda), Forkopimda, BPBD, dan semua pihak yang membutuhkan informasi yang lebih detail dan bagaimana cara memitigasi serta beradaptasi terkait dengan kondisi iklim yang terjadi saat ini,” ujar Teuku Faisal Fathani dalam pernyataan yang dikutip dari Instagram BMKG. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026. Wilayah-wilayah tersebut meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Masyarakat di daerah tersebut diimbau untuk mulai melakukan langkah-langkah konservasi air dan mengelola sumber daya air secara bijak.
Imbauan kepada Masyarakat dan Pemerintah Daerah
BMKG merekomendasikan agar pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan diri dengan melakukan mitigasi seperti pembuatan sumur resapan, penampungan air hujan, dan penggunaan air secara efisien. Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan juga perlu ditingkatkan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG.



