Tribun VIP Kejurnas Drift di Purwokerto Ambruk, 90 Luka-Luka
Tribun VIP Kejurnas Drift Ambruk, 90 Orang Terluka

Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka setelah tribun penonton VIP pada gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu (26/7) siang. Insiden ini terjadi saat ajang Drift Speed Fest yang dihadiri ratusan penonton.

Respons Pemkab Banyumas dan Penanganan Korban

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polresta Banyumas untuk mengusut penyebab ambruknya tribun. Pemerintah daerah bersama kepolisian membentuk dua tim: tim pertama dipimpin Polresta untuk investigasi, tim kedua dipimpin pemda bersama penyelenggara untuk menangani korban.

"Tim satu tentunya dari Polres akan melakukan investigasi. Sudah dilakukan dan belum selesai. Jadi, nanti kesimpulannya apa, menunggu hasil dari Polres," ujar Sadewo, Senin (27/7), dikutip dari Antara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Seluruh korban yang masih dirawat telah dikunjungi oleh Bupati bersama pihak penyelenggara sebagai bentuk tanggung jawab. Kunjungan dilakukan ke sejumlah rumah sakit, antara lain RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, Unit Geriatri RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, RS Ananda, RS Dadi Keluarga, RS Wiradadi Husada, RS Orthopaedi, RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, RS Sinar Kasih, RS JIH Purwokerto, dan RSUD Banyumas. Khusus korban di RSUD Banyumas, komunikasi dilakukan melalui panggilan video karena kunjungan berlangsung hingga larut malam.

Kondisi Korban dan Penyebab Sementara

Bupati Sadewo menyebut data sementara menunjukkan sekitar 90 korban dengan kondisi bervariasi, mulai dari luka ringan, pingsan, hingga patah tulang. Seorang ibu hamil 8 bulan turut menjadi korban, namun kondisi ibu dan janin dinyatakan aman. "Yang jelas tidak ada yang menghendaki ini terjadi. Namanya musibah," katanya.

Kapolres Banyumas, Kombes Pol Petrus P Silalahi, mengatakan pihaknya telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi, terdiri dari penanggung jawab kegiatan, event organizer, kru panggung, pihak yang mengerjakan tribun, kepala steward, petugas pengamanan, dan pemimpin perlombaan. Satreskrim Polresta juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selebrasi Lempar Kaus Picu Kerusuhan Massa

Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa insiden dipicu oleh aksi selebrasi seusai perlombaan, ketika para drifter membagikan dan melempar kaus ke arah tribun VIP. Penonton berebut kaus, menyebabkan pergerakan massa tidak merata. Lemparan terjadi lebih dari satu kali, sehingga tribun yang berkapasitas sekitar 250 orang itu bergeser, bergoyang, lalu roboh. Tribun tersebut telah digunakan pada hari sebelumnya tanpa kendala.

Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa belum ada kesimpulan mengenai unsur kelalaian. "Nanti akan kami sampaikan setelah penyelidikan selesai. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami tingkatkan ke tahap penyidikan," ujarnya. Lokasi tribun yang ambruk telah dipasang garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga