Pasukan keamanan Iran menewaskan empat anggota kelompok Kurdi terlarang dalam bentrokan bersenjata di bagian barat negara itu, dekat perbatasan Irak. Insiden tersebut terjadi di sekitar kota Baneh, Provinsi Kurdistan, yang merupakan wilayah dengan populasi Kurdi yang signifikan.
Kronologi Bentrokan dan Barang Bukti
Menurut pernyataan resmi yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, bentrokan terjadi antara penjaga perbatasan Iran dan elemen-elemen yang disebut sebagai agresor. "Setelah bentrokan bersenjata antara penjaga perbatasan yang berani dan elemen-elemen agresor ini, empat anggota kelompok PJAK tewas," demikian bunyi pernyataan polisi, dilansir AFP pada Selasa (28/7/2026).
Dari lokasi kejadian, aparat keamanan menemukan sejumlah besar senjata dan amunisi di dalam kendaraan yang digunakan oleh kelompok tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi beberapa pistol, magazen, peluru, dan granat tangan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kelompok tersebut tengah merencanakan aksi sabotase atau serangan terhadap sasaran di Iran.
Latar Belakang PJAK dan Statusnya
Partai Kehidupan Bebas Kurdistan, yang dikenal dengan singkatan PJAK, merupakan cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berbasis di Turki. Sejak didirikan pada tahun 2004, PJAK aktif melakukan operasi melawan militer Iran, terutama di wilayah perbatasan. Kelompok ini dilarang sebagai organisasi teroris oleh Iran, Turki, dan Amerika Serikat karena dianggap mengancam keamanan nasional.
PJAK seringkali menggunakan medan pegunungan di sepanjang perbatasan Iran-Irak sebagai basis operasi. Wilayah Kurdistan Iran sendiri selama bertahun-tahun menjadi titik rawan konflik antara pasukan pemerintah dan kelompok separatis Kurdi. Pemerintah Iran secara konsisten menindak tegas setiap aktivitas kelompok yang dianggap mengganggu stabilitas dan kedaulatan wilayah.
Dampak dan Eskalasi Keamanan
Bentrokan terbaru ini menambah daftar panjang konflik antara Iran dan kelompok Kurdi. Sebelumnya, pada Februari 2026, otoritas Iran menangkap 11 anggota PJAK yang dicurigai terlibat dalam tindakan sabotase. Penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi keamanan yang lebih luas untuk membasmi jaringan teroris di kawasan barat Iran.
Insiden ini juga berpotensi memicu ketegangan dengan negara tetangga Irak, mengingat basis PJAK seringkali berada di wilayah Kurdistan Irak. Iran telah beberapa kali melancarkan serangan roket dan artileri ke wilayah Irak yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok Kurdi. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap tindakan diambil dalam kerangka pertahanan diri dan kedaulatan nasional.
Keamanan di perbatasan barat Iran menjadi prioritas utama bagi Teheran, terutama setelah meningkatnya aktivitas kelompok separatis dan penyelundupan senjata. Penemuan persenjataan dalam jumlah besar dalam insiden terbaru menunjukkan bahwa kelompok Kurdi masih memiliki kemampuan untuk melakukan serangan bersenjata. Pemerintah Iran berjanji akan terus memantau dan menindak setiap ancaman yang muncul dari kelompok terlarang tersebut.



