Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI), organisasi sayap Partai Demokrat, secara resmi mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam dunia politik. Ajakan ini disampaikan sebagai upaya mendorong partisipasi perempuan dalam menentukan arah pembangunan bangsa, sekaligus mematahkan anggapan bahwa politik adalah ruang eksklusif bagi laki-laki.
Politik Bukan Ruang Eksklusif Pria
Kepala Bidang Komunikasi PDRI yang juga menjabat sebagai Srikandi Demokrat, Metty Yan Harahap, menegaskan bahwa politik bukanlah sesuatu yang tabu atau jauh dari kehidupan perempuan. “Sebaliknya, politik merupakan bagian penting dari kehidupan yang menentukan masa depan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujar Metty dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Metty, sudah saatnya perempuan Indonesia, mulai dari generasi muda hingga senior, tidak lagi memandang politik sebagai wilayah yang asing. Ia menekankan bahwa politik bukanlah ruang yang eksklusif bagi pria. “Politik bukan eksklusif bagi pria saja. Karena itu, perempuan perlu memiliki pemahaman politik yang baik, berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, serta mengambil peran dalam setiap pengambilan keputusan pembangunan yang menyangkut kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan
Melalui keterlibatan aktif di politik, perempuan diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam memperjuangkan berbagai isu penting. Metty menyebutkan beberapa bidang yang menjadi fokus, antara lain pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang lebih baik, kesejahteraan keluarga, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan perempuan dan anak. “Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk belajar, berdaya, dan terlibat di politik, maka keluarga akan semakin kuat, masyarakat semakin maju, dan Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih baik,” imbuhnya.
Partisipasi perempuan dalam politik juga dinilai mampu mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan. Dengan suara dan peran perempuan, kebijakan publik diharapkan lebih sensitif gender dan berpihak pada kepentingan kaum perempuan serta anak-anak.
PDRI sebagai Wadah Pemberdayaan
PDRI hadir sebagai wadah bagi perempuan Indonesia untuk saling mendukung, bertumbuh, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Organisasi ini berkomitmen menjadi motor penggerak peningkatan partisipasi politik perempuan. “PDRI hadir sebagai wadah bagi perempuan Indonesia untuk saling mendukung, bertumbuh, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa,” ujar Metty.
Sementara itu, Ketua Umum PDRI, Vitri C. Mallarangeng, menyatakan bahwa PDRI berkomitmen menjadi organisasi perempuan yang inklusif, inspiratif, serta menghadirkan program-program nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia sekaligus memperkuat demokrasi dan pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa PDRI akan berlandaskan pada lima pilar utama sebagai arah gerak organisasi.
Lima Pilar Gerakan PDRI
Dari kelima pilar tersebut, dua di antaranya telah disebutkan secara spesifik. Pertama, PDRI Cerdas, yang meliputi seminar hukum, pendidikan, parenting, dan literasi digital. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan di berbagai bidang. Kedua, PDRI Sehat, yang mencakup penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi, serta peningkatan kesadaran mengenai kesehatan perempuan.
Vitri menambahkan bahwa pilar-pilar lainnya akan dirancang untuk mendukung pemberdayaan ekonomi, perlindungan sosial, dan penguatan demokrasi. Seluruh program ini diharapkan dapat menjadi wujud nyata kontribusi PDRI dalam membangun Indonesia yang lebih baik melalui keterlibatan aktif perempuan di segala lini.



