Tribun Kejurnas Drift di Banyumas Ambruk, 10 Orang Diperiksa Polisi
Tribun Kejurnas Drift di Banyumas Ambruk, 10 Diperiksa

Sebanyak 10 orang diperiksa oleh Kepolisian Resor Kota Banyumas terkait ambruknya tribun VIP pada gelaran Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Mereka yang diperiksa meliputi penyelenggara acara, petugas keamanan, hingga kru yang bertanggung jawab atas konstruksi tribun. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/7/2026) itu mengakibatkan 90 orang mengalami luka-luka.

Pemeriksaan 10 Saksi

Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, mengungkapkan bahwa hingga Minggu malam, polisi telah memeriksa sekitar 10 orang atau lebih sebagai saksi. "Seluruhnya adalah penyelenggara kegiatan dan pengamanan. Ada steward, kru tribune yang bertanggung jawab terhadap tribune itu, event organizer, penanggung jawab kegiatan, hingga pemimpin jalannya pertandingan," kata Petrus kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Petrus menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan mengenai persiapan acara, prosedur keselamatan, dan kondisi tribune sebelum roboh. Polisi juga tengah memeriksa dokumen perizinan dan sertifikasi keamanan bangunan sementara yang digunakan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban dan Perawatan Medis

Polisi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menghimpun data korban secara lengkap. Korban dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain rumah sakit di wilayah Sokaraja, RS Elisabeth Purwokerto, dan beberapa rumah sakit lainnya. "Saya mendengar dan kemarin kami juga melakukan pengecekan, ada yang sampai mengalami fraktur atau patah tulang," jelas Petrus.

Hingga berita ini diturunkan, total korban luka mencapai 90 orang, sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh media lokal. Sebagian korban mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang, sementara yang lain masih menjalani perawatan intensif. Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.

Penyelidikan Penyebab Ambruk

Petrus menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun VIP yang terjadi saat penutupan Kejurnas Drift. "Kami masih mendalami apakah faktor teknis, kelebihan kapasitas, atau kelalaian prosedur yang menjadi penyebab," ujarnya.

Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas dan laboratorium forensik telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan barang bukti. Selain itu, ahli konstruksi dari Universitas Jenderal Soedirman juga dilibatkan dalam proses investigasi untuk menganalisis kekuatan struktur tribun.

Sebelumnya, insiden ini bermula saat pembagian kaus drifter yang menjadi rebutan penonton. Kerumunan yang tidak terkendali diduga menyebabkan beban berlebih pada tribun VIP sehingga ambruk. Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan momen menegangkan saat tribun runtuh dan puluhan orang berhamburan.

Tanggapan Penyelenggara

Pihak penyelenggara Speed Fest #2, yang juga menjadi bagian dari pemeriksaan polisi, belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa mereka berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban dan akan mengevaluasi ulang sistem keamanan acara ke depannya.

Insiden ini menjadi sorotan publik mengenai standar keselamatan dalam penyelenggaraan acara olahraga otomotif di Indonesia. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan pihak berwenang dapat memberikan sanksi tegas jika ditemukan kelalaian.

Langkah Kepolisian Selanjutnya

Kapolresta Banyumas memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan. "Kami akan menggelar perkara jika cukup bukti. Saat ini fokus kami pada pendalaman keterangan saksi dan pengumpulan alat bukti," pungkas Petrus.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang menyaksikan langsung kejadian atau memiliki rekaman video untuk melaporkan ke kantor polisi terdekat guna membantu penyelidikan. Sementara itu, lokasi acara di GOR Satria Purwokerto telah ditutup sementara untuk kepentingan investigasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga