Penyebab kematian Sutrimo (45) di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih menjadi tanda tanya. Polisi dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin, 27 Juli 2026, untuk mengumpulkan barang bukti dan petunjuk.
Olah TKP oleh Puslabfor
Pada pukul 13.10 WIB, sejumlah personel Puslabfor tiba di lokasi. Mereka mengenakan masker, sarung tangan, dan rompi bertuliskan 'Labfor'. Setelah membuka pagar dan garis polisi, mereka memasuki klinik yang sudah tutup lebih dari setahun tersebut. Olah TKP berlangsung sekitar satu jam, berakhir pukul 14.13 WIB. Petugas membawa tiga bungkusan kertas berwarna cokelat yang diduga berisi barang bukti.
"(Dibawa) ke Labfor, seperti yang kita ketahui tadi ya," ujar Kasubnit Resmob Polres Jaksel Ipda Robby Pasha di lokasi. Ia belum merinci isi bungkusan tersebut.
Polisi Kumpulkan CCTV dan Saksi
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengungkapkan bahwa pihaknya menyisir rekaman CCTV di sekitar TKP serta mencari saksi-saksi. "Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti. Terutama CCTV di sekitaran TKP," katanya saat dihubungi pada Senin (27/7). Ia menambahkan bahwa TKP sudah 'rusak' karena dilalui banyak orang sejak korban ditemukan, sehingga menyulitkan penyelidikan.
Saksi bernama Deni (45), seorang tukang parkir, menceritakan momen saat ia melihat Sutrimo tergeletak telentang di depan klinik pada Kamis (23/7) pekan lalu. "Ada, telentang, saya lihat telentang. Berbusa dari hidung aja apa dari mulut kali, ya, nggak tahu, soalnya (lihat) dari jauh," kata Deni. Ia juga menyebut bahwa Klinik Mordent sudah tutup lebih dari setahun dan ia tidak mengenal Sutrimo.
Penyebab Kematian Masih Didalami
Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di halaman klinik Mordent pada Kamis (23/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia kemudian dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans, namun dinyatakan meninggal dunia saat tiba. Polisi masih mendalami penyebab kematian, termasuk informasi yang beredar bahwa korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulut.
"Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apapun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Jakarta, Senin (27/7). Ia juga mengakui bahwa pihaknya pertama kali mendapat informasi dari awak media.
Keluarga Korban Dipersilakan Lapor
Polisi memberikan ruang kepada keluarga Sutrimo untuk melapor jika merasa ada kejanggalan. "Kita juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Dan kita juga memberikan himbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya," tutur Budi Hermanto.
Beredar informasi bahwa Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) dari mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Namun, polisi masih mendalami kebenaran informasi tersebut. "Masih didalami," ujar Budi Hermanto saat dimintai konfirmasi pada Minggu (26/7).
Penyelidikan Lebih Lanjut
Polisi juga mengumpulkan rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, dan data dari rumah sakit. Mereka melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan saksi lainnya. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian Sutrimo belum diketahui. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi untuk melapor ke pihak berwajib.



