LRT Jabodebek mengalami insiden listrik padam dan suara kencang mirip ledakan pada rangkaian kereta rute Dukuh Atas-Harjamukti saat memasuki Stasiun Cawang pada Kamis malam. Peristiwa ini ramai dibicarakan di media sosial Threads, di mana seorang pengguna dengan akun @by.khsnl melaporkan kondisi lampu di dalam gerbong yang mendadak redup sebelum terdengar bunyi ledakan.
Kronologi Kejadian di Stasiun Cawang
Menurut laporan pemilik akun @by.khsnl yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom, rangkaian kereta masih berjalan saat memasuki Stasiun Cawang, namun lampu mulai redup. "Pas berhenti di Stasiun Cawang baru ada bunyi ledakan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa bunyi ledakan tersebut hanya terdengar satu kali dan berasal dari arah depan rangkaian. "Sumbernya (ledakan) sih dari arah depan (arah datang kereta), entah gerbong depan atau bagaimana saya kurang tahu," katanya.
Setelah suara ledakan terdengar, para penumpang berhamburan keluar dari gerbong. Pemilik akun tersebut kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain demi keamanan.
Tanggapan Resmi LRT Jabodebek
Manajer Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, membenarkan adanya gangguan perjalanan yang terjadi pada pukul 19.11 WIB. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna LRT Jabodebek atas insiden tersebut. "KAI menyampaikan permohonan maaf atas adanya gangguan perjalanan LRT Jabodebek. Saat ini, sarana tersebut telah dievakuasi menuju Stasiun Harjamukti untuk dilakukan pengecekan dan perbaikan oleh tim teknis," ucap Radhitya.
LRT Jabodebek memastikan bahwa seluruh penumpang yang berada di dalam kereta telah dievakuasi dengan selamat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Terkait laporan mengenai suara kencang dari gerbong, tim teknis saat ini sedang melakukan pemeriksaan intensif untuk mengidentifikasi sumber suara tersebut.
Operasional Kembali Normal
Radhitya menyampaikan bahwa operasional perjalanan LRT Jabodebek telah kembali normal pada pukul 21.15 WIB, setelah proses evakuasi dan pemeriksaan awal selesai. "Sekali lagi kami memohon maaf atas gangguan yang ditimbulkan, dan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap setiap gangguan operasional sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sarana dan keselamatan perjalanan LRT Jabodebek," tutup Radhitya.
Insiden ini menjadi perhatian publik mengingat LRT Jabodebek merupakan moda transportasi massal yang baru beroperasi dan diharapkan dapat mengurangi kemacetan di wilayah Jabodetabek. Gangguan teknis seperti ini menimbulkan kekhawatiran akan keandalan sistem, namun pihak pengelola berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.



