Netanyahu Tiba di Gedung Putih untuk Bahas Perang Iran dengan Trump
Netanyahu Tiba di Gedung Putih Bahas Perang Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah tiba di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (28/7/2026) pukul 10.57 waktu setempat. Kedatangannya ini menandai pertemuan tatap muka pertama dengan Presiden AS Donald Trump sejak pecahnya perang di Iran. Menurut laporan CNN yang dikutip pada hari yang sama, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa agenda utama pertemuan adalah pembahasan mengenai konflik di Iran.

Agenda Pertemuan: Iran dan Perluasan Perdamaian

Selain perang Iran, kedua pemimpin juga dijadwalkan membahas kemajuan negosiasi dengan Lebanon serta upaya memperluas Kesepakatan Abraham, sebuah rangkaian perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab. Pertemuan ini merupakan yang kedelapan kalinya sejak Trump kembali menjabat pada awal tahun 2025, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

Dalam pernyataan sebelum keberangkatannya dari Israel, Netanyahu menegaskan, "Kita akan membahas semua isu dalam agenda, pertama dan terutama Iran. Tentu saja, tujuan kita adalah untuk menjaga keamanan kita dan juga untuk memperluas lingkaran perdamaian di sekitar kita." Kutipan ini dimuat oleh AFP dan menunjukkan prioritas utama Israel dalam negosiasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Protes dan Peringatan Internasional

Kunjungan Netanyahu tidak berlangsung tanpa kontroversi. Sejumlah massa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Putih menentang kedatangannya, menyuarakan kritik terhadap kebijakan Israel di Palestina dan perang di Iran. Sementara itu, Liga Arab sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras bahwa Timur Tengah hampir meledak, dan meminta Trump untuk segera bertindak meredakan ketegangan.

Menurut data yang dihimpun, perang di Iran yang meletus sejak awal 2025 telah menyebabkan lebih dari 20.000 korban jiwa dan memicu krisis kemanusiaan di kawasan. Para analis memperkirakan bahwa pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan gencatan senjata atau paket bantuan militer baru.

Agenda Tambahan: Peringatan untuk Senator Graham

Setibanya di Washington, Netanyahu dijadwalkan menghadiri makan malam peringatan pribadi untuk menghormati mendiang Senator Lindsey Graham, sekutu dekatnya di Kongres AS. Ia juga akan menghadiri upacara peringatan resmi untuk Graham pada sore hari. Graham, yang meninggal awal tahun ini, dikenal sebagai pendukung setia Israel dan sering mendorong kebijakan keras terhadap Iran.

Pertemuan Trump-Netanyahu ini dipantau ketat oleh komunitas internasional. Banyak pihak berharap bahwa dialog langsung antara kedua pemimpin dapat meredakan eskalasi konflik yang telah merenggut banyak korban dan mengancam stabilitas kawasan. Namun, kritikus meragukan efektivitas pertemuan ini mengingat kebijakan kontroversial Trump yang cenderung memihak Israel.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih mengenai hasil pertemuan. Wartawan di lokasi melaporkan bahwa pembahasan berlangsung tertutup dan diperkirakan berlangsung hingga sore hari waktu setempat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga