Dishub DKI Pasang CCTV AI di Parkiran untuk Cegah Kebocoran Pendapatan
Dishub DKI Pasang CCTV AI di Parkiran Cegah Kebocoran

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana memasang kamera pengawas (CCTV) berbasis kecerdasan buatan (AI) di pintu masuk dan keluar area parkir. Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaludin mengungkapkan langkah ini merupakan bagian dari penguatan digitalisasi sistem parkir di ibu kota.

Lonjakan Pendapatan Berkat Aplikasi Parkee

Budi menjelaskan bahwa saat ini Dishub telah mengimplementasikan aplikasi Parkee untuk pengelolaan parkir. Kehadiran aplikasi tersebut terbukti mampu mendongkrak pendapatan secara signifikan. "Dengan adanya aplikasi Parkee ini ternyata mendongkrak pendapatan kita yang sungguh luar biasa, terutama kalau kita lihat di Monas itu lonjakannya sampai 300%," kata Budi di DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Celah Sistem Manual yang Masih Ada

Meski demikian, Budi mengakui sistem parkir yang ada saat ini masih memiliki celah. Proses pencatatan kendaraan yang masuk dan keluar masih dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan. Hal ini berpotensi menimbulkan selisih data yang dapat mengakibatkan kebocoran pendapatan daerah. "Nah salah satu yang harus bisa juga kita lakukan adalah dengan sistem digitalisasi melalui CCTV. CCTV kita taruh di depan pintu parkir, nanti ada AI-nya. Di back-end bisa menghitung berapa sebenarnya jumlah yang masuk dan keluar secara otomatis setiap hari," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pencocokan Data Otomatis untuk Mendeteksi Kebocoran

Data yang terekam oleh kamera AI nantinya akan dicocokkan secara otomatis dengan data transaksi yang diinput oleh petugas. Dengan demikian, Dishub dapat dengan cepat mengetahui jika terjadi selisih yang mencurigakan. "Sehingga nanti akan bisa sama apakah yang ada di parkiran dengan yang di-input, yang masuk dan yang di-input. Nah ini juga cukup bagus untuk dilakukan," imbuh Budi. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kebocoran pendapatan yang selama ini sulit dideteksi.

Digitalisasi Parkir On-Street di Jalan Sabang

Tidak hanya parkir off-street, Dishub juga tengah menyiapkan sistem digital baru untuk parkir di badan jalan (on-street). Budi menyebut perangkat yang saat ini digunakan di kawasan Jalan Sabang sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena vendor maupun suku cadangnya sudah tidak tersedia. "Nah ini yang sedang kita cari sistem bagaimana perparkirannya itu tidak lagi dengan sistem yang saat ini. Kita lagi mencari dari beberapa yang mau paparan ke kita agar mencari sistem terbaik," katanya.

Metode Pembayaran yang Lebih Praktis

Saat ini metode pembayaran parkir masih menggunakan QRIS dan kartu ATM. Ke depan, Dishub menginginkan sistem pembayaran yang lebih praktis agar transaksi bisa berlangsung lebih cepat. "Kalau cukup dengan singkat, dengan tap seperti itu selesai, nah itu bisa lebih baik," ucap Budi. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jasa parkir sekaligus mempercepat arus keluar-masuk kendaraan.

Dorongan dari DPRD untuk Percepatan Digitalisasi

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mendukung penuh rencana tersebut. Ia meminta Dishub untuk mempercepat digitalisasi parkir secara menyeluruh. Menurut Nova, sistem digital tidak hanya membantu mendeteksi kebocoran, tetapi juga menjadi alat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Coba kita kejar target digitalisasi keseluruhan, jadi artinya kita bisa lihat apakah ada loss di sana. Kalau sudah digitalisasi semuanya ada peningkatan, baru nanti kita bicara langkah berikutnya," kata Nova. Dengan digitalisasi penuh, diharapkan pengelolaan parkir di Jakarta menjadi lebih transparan dan efisien.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga