International Islamic Forum for Science, Technology, and Human Resources Development (IIFTIHAR) berkolaborasi dengan detikcom menyelenggarakan Leaders Forum di Habibie & Ainun Library, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Acara ini memperingati 30 tahun IIFTIHAR dan 90 tahun kelahiran Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, dengan membedah visinya terhadap penguasaan teknologi di dunia Islam.
Peran Sentral Habibie dalam Deklarasi IIFTIHAR
Sekretaris Jenderal Pertama IIFTIHAR, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, membuka forum bertajuk 'Connecting SDG Innovations for OIC Countries' dengan mengisahkan sejarah pembentukan organisasi usai konvensi internasional 1996 di Jeddah. Habibie berperan sentral meyakinkan Raja Fahd untuk menandatangani deklarasi forum tersebut. "Pak Habibie langsung menjelaskan ke sebelahnya, the King, King Fahd. Dan kemudian King Fahd menandatangani. Jadi ini tidak pernah terjadi dalam sejarah, penandatanganan dilakukan di depan Ka'bah," ungkap Prof. Jimly.
Ia mengingatkan gagasan Habibie tentang pentingnya perpaduan iman dan taqwa (imtaq) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Keseimbangan ini krusial karena pada 2070, Islam diproyeksikan menjadi agama dengan populasi terbesar di dunia, sehingga kuantitas harus dibarengi kualitas.
Imtaq dan Iptek sebagai Pondasi Bangsa
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa imtaq dan iptek adalah pondasi utama pembangunan karakter bangsa dan instrumen kesejahteraan. Ia menyebut B.J. Habibie bukan sekadar teknokrat, melainkan negarawan, bapak demokrasi, serta pemimpin berjiwa besar yang membuktikan nilai Islam, inovasi, dan kewirausahaan saling melengkapi.
Transformasi IIFTIHAR Menjadi Global Innovation Hub
Sekretaris Jenderal IIFTIHAR, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, memaparkan bahwa teknologi harus menjadi alat untuk menciptakan kemajuan dan dampak nyata. IIFTIHAR bertransformasi menjadi Global Innovation Hub (GIH) untuk mendorong kolaborasi berkelanjutan antara inovator, akademisi, dan pelaku industri di negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Arif Satria sepakat bahwa inovasi harus didahului riset. Ia memuji Habibie sebagai sosok teladan yang meninggalkan jejak peradaban. "Ada yang bilang, usia seseorang dilihat dari biologisnya, sedangkan umur dilihat dari legacynya. Pak Habibie adalah contoh sosok yang umurnya jauh lebih panjang dari usianya karena legacynya terus hidup hingga masa depan," tegas Prof. Arif. Ia menyoroti kebiasaan swasta yang lebih suka menjadi konsumen teknologi praktis dari luar negeri, mendorong sektor swasta ikut mendanai riset dan pengembangan.
Peran Keuangan Syariah dalam Inovasi Global
Direktur IsDB RH Indonesia, Amer Bukvic, menyoroti visi Habibie tentang keseimbangan ilmu, teknologi, kerja keras, nilai, iman, dan tanggung jawab. Dunia saat ini tidak kekurangan ide, tantangannya adalah mengubah ide menjadi solusi yang didanai, diimplementasikan, dan ditingkatkan skalanya. Keuangan syariah memiliki peran krusial menghubungkan keuangan ke ekonomi riil, seperti pembangunan jalan, rumah sakit, dan universitas. Ia menyambut baik Global Innovation Hub IIFTIHAR agar solusi di satu negara dapat dikoneksikan dengan mitra pembiayaan dan direplikasi secara global.
"Saya ingin meneruskan warisan Presiden Habibie dengan memastikan bahwa pengetahuan menjadi inovasi, inovasi menjadi usaha, usaha menjadi pembangunan, dan pembangunan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat kita," ucap Amer. Ia menutup pidato dengan kutipan B.J. Habibie: "...masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu Anda adalah milik Anda, tetapi masa depan adalah milik kita."



