Dua Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso, Satu Warga Surabaya
Dua Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso

Dua orang pendaki dilaporkan hilang kontak dan diduga tersesat di kawasan ekstrem Gunung Piramid, Kelurahan/Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Keduanya terdiri dari seorang pendaki perempuan asal Surabaya dan satu pemandu lokal asal Bondowoso. Informasi ini dihimpun dari posko pencarian di Kantor Kecamatan Curahdami.

Identitas Korban dan Kronologi Kejadian

Pendaki perempuan yang hilang bernama Maliya Finda (51), warga Kota Surabaya. Sementara pemandu yang mendampinginya adalah Erfan alias Irfan Nasrul Laili (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Keduanya berencana melakukan pendakian dengan sistem tektok, yaitu naik dan langsung turun pada hari yang sama tanpa menginap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari posko pencarian, sepeda motor keduanya ditemukan tertinggal di basecamp Gunung Piramid. Hal ini memperkuat dugaan bahwa mereka telah memulai pendakian namun belum kembali hingga dilaporkan hilang kontak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Pencarian dan Evakuasi

Tim gabungan dari berbagai instansi telah dikerahkan untuk melakukan pencarian. Posko pencarian didirikan di Kantor Kecamatan Curahdami untuk memantau perkembangan dan mengoordinasikan upaya evakuasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kondisi kedua pendaki tersebut.

Kawasan Gunung Piramid dikenal memiliki medan yang ekstrem dan berbahaya, sehingga pendaki diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi protokol keselamatan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum melakukan pendakian, serta pentingnya membawa peralatan komunikasi yang memadai.

Imbauan bagi Pendaki

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pendaki, khususnya yang berniat mendaki Gunung Piramid, untuk selalu melaporkan rencana pendakian kepada petugas atau masyarakat setempat. Selain itu, pendaki disarankan untuk tidak melakukan pendakian sendirian dan selalu menggunakan jasa pemandu lokal yang berpengalaman.

Kejadian ini juga menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas dan pengawasan di kawasan pendakian, termasuk pemasangan rambu-rambu jalur dan posko-posko darurat. Diharapkan dengan adanya langkah-langkah tersebut, risiko kecelakaan dan kejadian hilangnya pendaki dapat diminimalisir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga