Buaya Muara 4 Meter Kejar Petani di Cikupa Tangerang
Buaya Muara 4 Meter Kejar Petani di Cikupa

Seekor buaya muara betina berukuran besar menggegerkan warga Kampung Sukamanah, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Satwa liar tersebut dilaporkan sempat mengejar seorang petani yang hendak membuka lahan perkebunan di sekitar bantaran Sungai Cimanceuri.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan warga sekitar, Ahmad Tile Suhaemi, insiden terjadi pada Selasa (4/8). Petani tersebut sedang bersiap membuka lahan perkebunan ketika tiba-tiba dikejar oleh buaya yang sedang mengerami telurnya. "Petani yang mau buka lahan perkebunan. Setelah itu dia dikejar-kejar buaya yang lagi mengerami telurnya," kata Tile saat dikonfirmasi CNN Indonesia.

Setelah berhasil melarikan diri, petani tersebut segera memberitahu warga setempat. Informasi itu langsung memicu aksi warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi dan mencoba menangkap buaya tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Penangkapan

Warga yang tiba di lokasi kemudian berupaya menangkap buaya yang berada di sekitar bantaran Sungai Cimanceuri. Dengan hati-hati, mereka berhasil mengamankan satwa tersebut. Untuk mencegah serangan, mulut buaya diikat menggunakan tali, sementara matanya ditutup dengan kain agar lebih tenang dan tidak agresif.

Tile memperkirakan buaya tersebut memiliki bobot sekitar 80 kilogram dengan panjang mencapai empat meter. Ia juga menduga satwa itu kemungkinan berasal dari penangkaran yang lepas. "Perkiraan bobot sekitar 80 kilogram. Setelah dilihat-lihat kayaknya dari penangkaran yang lepas," ujarnya.

Penanganan Lanjutan

Setelah berhasil diamankan, warga melaporkan penemuan buaya tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang. Rencananya, satwa tersebut akan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar, terutama di daerah dekat sungai. Warga diimbau untuk tidak mendekati area yang berpotensi menjadi habitat buaya, terutama saat musim bertelur.

Peristiwa ini juga menambah catatan tentang interaksi manusia dengan buaya muara di Indonesia yang kerap terjadi di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan habitat alami mereka. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan mitigasi untuk mencegah konflik serupa di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga