Kreator konten dan pegiat lingkungan Jerhemy Owen mengungkapkan cerita di balik lahirnya program penanaman pohon "Wenanam Sumatra" yang kini digalakkan di Aceh. Pria berusia 24 tahun itu menjelaskan bahwa ide program ini bermula dari bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra pada Desember 2025.
Awal Mula Program Wenanam Sumatra
"Awalnya itu karena bencana Sumatra bulan Desember 2025. Banjir dan longsor di sana. Jadi, waktu itu ada banyak banjir dan longsor di Sumatra, terutama yang paling parah di Aceh," ujar Owen kepada Kompas.com, Senin (13/7/2026).
Menurut Owen, bencana tersebut menjadi pemicu kesadarannya akan pentingnya restorasi hutan. Ia pun mulai merancang program penanaman pohon yang diberi nama "Wenanam Sumatra" sebagai upaya rehabilitasi lahan kritis.
Penyebab Bencana: Alih Fungsi Lahan
Jerhemy Owen menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama bencana banjir dan longsor di Sumatra adalah kerusakan hutan yang masif, khususnya di Aceh. Kerusakan ini terjadi akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan hutan industri.
"Kerusakan hutan di Sumatra, terutama Aceh, sudah sangat parah. Banyak hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit dan hutan industri. Ini yang menyebabkan bencana seperti banjir dan longsor," tambah Owen.
Program Wenanam Sumatra
Program Wenanam Sumatra bertujuan untuk menanam pohon di area-area yang mengalami degradasi hutan. Owen berharap program ini dapat membantu memulihkan ekosistem dan mencegah bencana serupa di masa depan.
"Kami ingin mengembalikan fungsi hutan sebagai penyerap air dan pencegah longsor. Dengan menanam pohon, kami berharap bencana seperti di Desember 2025 tidak terulang lagi," ujar Owen.
Program ini melibatkan masyarakat lokal dan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi lingkungan. Owen optimistis bahwa upaya kolektif ini akan membawa perubahan positif bagi lingkungan Sumatra.



