Pakar BRIN Ungkap Kilatan Hijau di Langit Yogya Adalah Meteor Besar
Pakar BRIN: Kilatan Hijau di Yogya Adalah Meteor Besar

Pakar Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memberikan penjelasan mengenai fenomena kilatan cahaya berwarna hijau yang melintasi langit Yogyakarta pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Menurut Thomas, kilatan tersebut merupakan meteor berukuran besar yang melintasi Pulau Jawa sebelum diduga jatuh di Samudra Hindia.

Meteor Terdeteksi dari Bekasi

Thomas menyatakan bahwa meteor besar itu terdeteksi pertama kali dari Bekasi sekitar pukul 21.22 WIB. "Meteor besar melintas dari Laut Jawa terdeteksi di Bekasi sekitar pukul 21.22 WIB. Meteor ini masih cukup tinggi sehingga terlihat relatif kecil dan berwarna putih," ujarnya kepada Kompas.com pada Minggu, 12 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa meteor berasal dari batuan antariksa yang orbitnya berpapasan dengan Bumi.

Warna Hijau Akibat Pembakaran di Atmosfer

Fenomena warna hijau yang terlihat di langit Yogyakarta terjadi karena meteor memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Proses pembakaran batuan antariksa tersebut menghasilkan cahaya hijau yang terang. Thomas menambahkan bahwa meteor ini diperkirakan jatuh di Samudra Hindia, sehingga tidak menimbulkan dampak langsung di daratan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Pemantauan Objek Antariksa

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pemantauan objek antariksa yang mendekati Bumi. BRIN terus melakukan observasi untuk mendeteksi potensi bahaya dari batuan antariksa. Masyarakat diminta tidak panik dan melaporkan jika melihat fenomena serupa ke pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga