Kapolri Ajak PUI Kolaborasi Jaga Persatuan dan Ekonomi di Milad ke-108
Kapolri Ajak PUI Kolaborasi Jaga Persatuan dan Ekonomi

Kapolri Ajak PUI Kolaborasi Jaga Persatuan dan Ekonomi di Milad ke-108

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Puncak Resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) yang digelar di Majalengka, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengajak organisasi Islam itu untuk berkolaborasi dalam menjaga persatuan dan ekonomi bangsa Indonesia.

Sejarah dan Kontribusi PUI

Kapolri awalnya berbicara mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia dan relevansinya dengan para tokoh PUI. Dia menyebutkan bahwa banyak tokoh PUI yang telah berkontribusi terhadap kemerdekaan Indonesia dan kini dikenang sebagai pahlawan nasional.

"Banyak para tokoh PUI yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan, dan warisan mereka harus kita jaga bersama," ujar Kapolri.

Kondisi Global dan Peran Indonesia

Kapolri kemudian beralih ke topik kondisi dunia yang dilanda ketidakpastian, termasuk perang dagang, ketegangan, dan konflik di berbagai belahan dunia. Dia menekankan bahwa Indonesia, dengan sikap politik bebas aktif, terus berjuang untuk aktif dalam kancah internasional dan memperjuangkan perdamaian dunia di berbagai forum.

"Indonesia berkomitmen untuk menjadi aktor perdamaian global, meski di tengah tantangan yang kompleks," tambahnya.

Ancaman Teknologi dan Disinformasi

Kapolri mengutip laporan Global Risk Report yang menyoroti risiko seperti perang dagang, pembatasan investasi, dan dampak disinformasi akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dia mengingatkan bahwa Indonesia, dengan jumlah pengguna gadget dan internet yang besar, rentan terhadap ancaman ini.

"Saat ini susah membedakan apakah informasi yang kita baca asli atau hoax. Suara dan gambar semakin mirip, membuat kita bertanya-tanya keasliannya," sambung Kapolri.

Dia menyampaikan bahwa perkembangan AI berbahaya jika digunakan untuk hal negatif, dan mengajak semua pihak untuk mengantisipasi dampak buruk teknologi tersebut.

Polarisasi Sosial dan Bencana Alam

Kapolri juga menyinggung polarisasi sosial dan politik di Indonesia, yang dipicu oleh masalah seperti agraria dan tawuran antarwarga. Dia menekankan perlunya respons cepat untuk mitigasi.

Selain itu, Kapolri menyoroti cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana di sejumlah daerah. Dia menyampaikan komitmennya untuk gotong royong membantu warga bersama instansi lain, dari evakuasi hingga pemulihan pascabencana.

Kondisi Ekonomi dan Visi Indonesia Emas 2045

Kapolri menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia relatif baik, dengan indikator seperti tingkat pengangguran terbuka yang menurun dan realisasi investasi yang naik. Namun, dia menekankan bahwa stabilitas keamanan nasional menjadi syarat utama untuk pertumbuhan ekonomi.

Dia juga menguraikan visi Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dengan delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, dan 8 program hasil terbaik cepat. Kapolri berharap ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Delapan sasaran prioritas sedang didorong, termasuk memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, HAM, dan mewujudkan kemandirian melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi digital, hijau, dan biru," jelas Kapolri.

Ajakan Bersatu Kelola Kekayaan Alam

Kapolri mengutip pernyataan Presiden Prabowo bahwa Indonesia diberkahi kekayaan alam luar biasa. Dia menegaskan bahwa kekayaan ini dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat jika seluruh elemen bangsa bersatu padu.

"Syaratnya adalah kita semua bersatu dan mengelola sumber daya alam secara optimal. Ini membutuhkan peningkatan kualitas SDM dan kesiapan untuk menjadi pelaku pembangunan," beber Kapolri.

Dengan ajakan kolaborasi ini, Kapolri berharap PUI dapat terus berkontribusi dalam menjaga persatuan dan mendorong ekonomi bangsa di tengah berbagai tantangan global dan domestik.