Indonesia-Thailand Dorong ASEAN Wujudkan Perdamaian Myanmar
Indonesia-Thailand Dorong ASEAN Wujudkan Perdamaian Myanmar

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Thailand sepakat untuk mendorong ASEAN dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Myanmar. Pernyataan ini disampaikan dalam joint-press statement dengan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/8/2026).

Prabowo menegaskan bahwa krisis politik dan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar harus segera diakhiri. "Indonesia dan Thailand akan terus bekerja sama mendorong ASEAN untuk memainkan peran yang konstruktif dalam mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Myanmar," ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Dukungan terhadap Konsensus Lima Poin ASEAN

Kedua negara sepakat untuk mendukung upaya ASEAN agar Myanmar mengimplementasikan Konsensus Lima Poin (5PC) dan menghentikan kekerasan terhadap warga sipil. "Kami sepakat mendukung upaya ASEAN untuk mendorong implementasi Five-Point Consensus melalui dialog yang inklusif, penghentian kekerasan, dan peningkatan akses kemanusiaan," kata Prabowo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Krisis yang berk berkepanjangan di Myanmar telah membatasi pergerakan negara tersebut dalam ASEAN. ASEAN sendiri telah menyerukan agar Myanmar segera mengimplementasikan 5PC demi memulihkan perdamaian. Dukungan Indonesia dan Thailand ini diharapkan dapat memperkuat tekanan terhadap junta militer Myanmar untuk mematuhi komitmen tersebut.

Pembahasan Situasi Timur Tengah

Pada kesempatan yang sama, Prabowo dan PM Thailand juga membahas situasi di Timur Tengah. Kedua negara berpandangan bahwa konflik di kawasan tersebut harus diselesaikan melalui jalur diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.

"Kami juga bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah, dan menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog diplomasi serta penghormatan kepada hukum internasional," ucap Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Thailand dalam mendukung perdamaian global.

Implikasi bagi ASEAN

Kerja sama Indonesia-Thailand ini menjadi sinyal penting bagi ASEAN untuk lebih aktif dalam menangani krisis Myanmar. Dengan dukungan dua negara anggota, ASEAN diharapkan dapat mengambil langkah konkret untuk mendorong dialog inklusif dan menghentikan kekerasan di Myanmar.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya ASEAN untuk menjaga stabilitas kawasan dan memastikan bahwa Myanmar kembali ke jalur demokrasi. Namun, implementasi 5PC masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait kurangnya komitmen dari junta militer Myanmar.

Sebelumnya, PM Thailand Anutin Charnvirakul juga memberikan tanda kehormatan kepada Prabowo, menyebutnya sebagai "tokoh militer yang ikonik". Hal ini menunjukkan hubungan erat antara kedua negara dalam berbagai bidang, termasuk pertahanan dan keamanan.

Dengan adanya kesepakatan ini, Indonesia dan Thailand berharap ASEAN dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam menyelesaikan krisis Myanmar, demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga