Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh tiga perempuan warga negara Malaysia. Ketiganya ditangkap di Terminal 2F Kedatangan Internasional pada Senin (3/8) setelah kedatangan mereka dari Kinabalu, Malaysia.
Ketiga tersangka yang diidentifikasi dengan inisial WLSN, TKL, dan HBN ini menyembunyikan barang haram tersebut di berbagai tempat, mulai dari tas toilet, koper, dompet, bungkusan obat, saku jaket, hingga di dalam sepatu yang mereka kenakan. Penindakan ini berawal dari kecurigaan petugas Behavior Detection Officer (BDO) yang kemudian mengarahkan mereka ke jalur merah untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Barang Bukti yang Diamankan
Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dengan total berat mencapai 29 gram. Rinciannya antara lain:
- 0,5 gram abu diduga kokain
- 0,3 gram abu diduga kokain
- 2 gram bubuk diduga kokain
- 4,2 gram pil diduga MDMA
- 1,8 gram bubuk diduga ketamin
- 2,4 gram pil diduga MDMA
- 16,9 gram lintingan tembakau diduga bercampur ketamin
- 1,4 gram serbuk putih diduga kokain
- 1 buah cartridge diduga mengandung ketamin
Petugas telah melakukan uji sampel terhadap barang bukti tersebut untuk memastikan jenis narkoba yang dibawa.
Koordinasi dengan Kepolisian
Bea Cukai Bandara Soetta berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Bandara Soetta untuk memproses hukum ketiga tersangka. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Narkotika yang berlaku di Indonesia.
"Dibawa di tas toileters pada koper, pada dompet, pada bungkusan obat, saku jaket, dan di dalam sepatu yang dikenakan," demikian keterangan resmi dari Bea Cukai yang dikutip pada Selasa (4/8).
Modus Penyembunyian yang Beragam
Modus penyembunyian yang dilakukan ketiga perempuan ini tergolong cerdik karena memanfaatkan berbagai barang pribadi yang umum dibawa penumpang. Hal ini menunjukkan upaya mereka untuk mengelabui petugas keamanan bandara.
Namun, kewaspadaan petugas BDO yang terlatih berhasil menggagalkan aksi penyelundupan ini. Ke depannya, Bea Cukai akan terus meningkatkan pengawasan di bandara untuk mencegah masuknya narkoba ke Indonesia.



