PT Atosim Lampung Pelayaran, perusahaan pemilik dan operator KMP Mutiara Sentosa II, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden kebakaran yang menimpa kapal tersebut di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (2/8) pagi itu menewaskan lima orang dari total 238 penumpang dan awak kapal yang berhasil dievakuasi.
Permohonan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Operasi dan Komersial PT Atosim Lampung Pelayaran, Asep Suparman, dalam konferensi pers di posko terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (4/8) sekitar pukul 14.10 WIB.
Manajemen Sampaikan Permohonan Maaf dan Pastikan Asuransi
Dalam kesempatan tersebut, Asep Suparman menyampaikan penyesalan mendalam atas musibah yang menimpa kapal berbendera Indonesia tersebut. "Mohon maaf kepada semua pihak atas kejadian musibah ini," ujarnya kepada media.
Asep menegaskan bahwa pihak manajemen telah mengasuransikan seluruh korban, baik yang meninggal dunia, luka-luka, maupun kendaraan yang ikut menjadi korban dalam insiden kebakaran tersebut. "Terkait dengan tadi korban, kendaraan dan korban jiwa dari manajemen sudah mengasuransikannya," jelasnya.
Ia kembali menegaskan permohonan maafnya seraya menyebut bahwa kejadian ini merupakan musibah yang tidak diinginkan. "Sekali lagi mohon maaf atas kejadian ini," tambah Asep.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki KNKT dan Polisi
Mengenai kelayakan kapal dan penyebab pasti kebakaran, Asep mengaku pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan. Ia menyatakan masih menunggu hasil investigasi dari otoritas berwenang, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian yang telah turun ke lapangan.
"Sudah berlangsung dari KNKT ya. Kami belum bisa menduga, lebih baik menunggu hasil kesimpulan dari kepolisian," ucapnya.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa II yang sedang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Makassar dilaporkan mengalami kebakaran hebat di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu pagi. Insiden ini menarik perhatian publik karena melibatkan kapal penumpang yang mengangkut puluhan kendaraan dan ratusan penumpang.
Operasi SAR Resmi Ditutup, 238 Orang Dievakuasi
Berdasarkan data terakhir dari Basarnas per Selasa sore, sebanyak 238 orang yang berada di atas kapal telah berhasil dievakuasi. Namun, lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) secara resmi ditutup.
"Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin, yaitu operasi kesiap-siagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya," kata Syafii saat konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa sore.
Penutupan operasi SAR ini menandai berakhirnya upaya pencarian korban secara intensif, meskipun tim SAR tetap siaga untuk kemungkinan temuan baru. Keluarga korban diharapkan dapat memperoleh kejelasan mengenai proses evakuasi dan penanganan selanjutnya.
Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi perhatian nasional, mengingat kapal tersebut merupakan salah satu armada yang melayani rute vital antarpulau. Otoritas terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, diharapkan dapat mengusut tuntas penyebab kebakaran dan mengevaluasi standar keselamatan kapal-kapal penumpang di Indonesia.



