Pemerintah Malaysia resmi memperketat aturan bagi para pendaki gunung dan pencinta aktivitas luar ruangan. Kebijakan ini diumumkan Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia sebagai respons atas meningkatnya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang dipicu tren pendakian demi konten media sosial.
Aturan Baru di 189 Lokasi Berisiko Tinggi
NRES mengumumkan serangkaian aturan baru, termasuk kewajiban menggunakan pemandu di 189 lokasi berisiko tinggi di seluruh negeri. Selain itu, pemerintah juga menerapkan prosedur skrining sebelum pendakian untuk memastikan kesiapan fisik dan mental para pendaki.
Langkah ini diambil setelah lonjakan operasi SAR dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pendaki yang nekat mendaki tanpa persiapan matang, sering kali hanya untuk mencari konten menarik di media sosial. Akibatnya, risiko kecelakaan dan tersesat meningkat signifikan.
Dampak pada Tren Pendakian
Aktivitas mendaki gunung semakin populer di Malaysia, meskipun sekitar separuh dari total luas daratan negara tersebut ditutupi oleh hutan hujan tropis. Kondisi alam yang menantang, ditambah kurangnya pengalaman, membuat banyak pendaki terjebak dalam situasi berbahaya.
Dengan aturan baru ini, pemerintah berharap dapat menekan angka kecelakaan dan mengurangi beban tim SAR. Pendaki yang tidak mematuhi aturan akan dikenakan sanksi, meskipun detail sanksi belum diumumkan secara resmi.
Reaksi dan Harapan
Seorang juru bicara NRES menyatakan, "Keselamatan pendaki adalah prioritas utama kami. Aturan ini dirancang untuk melindungi mereka, sekaligus menjaga kelestarian alam." Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menyeimbangkan keselamatan publik dan pelestarian lingkungan.
Para pegiat alam bebas menyambut baik kebijakan ini, meskipun ada kekhawatiran bahwa kewajiban pemandu akan menambah biaya pendakian. Namun, mereka setuju bahwa langkah ini perlu untuk mencegah tragedi yang tidak diinginkan.
Dengan adanya skrining sebelum pendakian, diharapkan hanya pendaki yang benar-benar siap yang diizinkan mendaki. Hal ini juga akan membantu tim SAR bekerja lebih efisien karena jumlah insiden dapat diminimalkan.



