Sepanjang pekan keempat Juli 2026, beredar berbagai informasi keliru di media sosial yang memicu kebingungan di masyarakat. Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan verifikasi terhadap isu-isu tersebut dan menemukan bahwa seluruh kabar tersebut tidak berdasar pada fakta. Berikut rangkuman hasil penelusuran.
Isu Perubahan Aturan BPJS Kesehatan
Salah satu klaim yang viral adalah adanya perubahan aturan BPJS Kesehatan yang disebut-sebut akan memberatkan peserta. Informasi ini beredar dalam bentuk narasi dan gambar yang menyatakan bahwa iuran akan naik drastis dan beberapa layanan dihapus. Setelah ditelusuri, Tim Cek Fakta Kompas.com memastikan bahwa tidak ada perubahan aturan resmi dari BPJS Kesehatan pada periode tersebut. Klaim tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar tanpa sumber valid.
Isu Penagihan Pajak oleh Babinsa dan Perangkat Desa
Informasi lain yang mencuat adalah bahwa Ditjen Pajak mengerahkan Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan perangkat desa untuk menarik pajak secara langsung. Narasi ini menimbulkan kekhawatiran warga. Namun, berdasarkan verifikasi, Ditjen Pajak tidak pernah mengeluarkan kebijakan semacam itu. Tugas Babinsa dan perangkat desa tidak mencakup penagihan pajak. Informasi ini dikategorikan sebagai hoaks.
Klaim Pajak Ponsel 2027
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diklaim mengatakan bahwa pengguna telepon seluler akan dikenakan pajak pada tahun 2027. Klaim ini beredar dalam bentuk kutipan palsu. Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi pihak Kementerian ESDM dan memastikan bahwa pernyataan tersebut tidak pernah disampaikan oleh Menteri Bahlil. Tidak ada rencana pajak khusus untuk pengguna ponsel pada 2027. Informasi ini adalah hoaks.
Isu Bunker Rp 11 Triliun Milik Jokowi
Sebuah klaim besar menyebutkan bahwa eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akan membongkar bunker berisi uang Rp 11 triliun milik mantan Presiden Joko Widodo. Narasi ini disertai foto bunker yang tidak jelas asalnya. Faktanya, Febrie Adriansyah tidak pernah menyampaikan pernyataan tersebut. Selain itu, tidak ada bukti keberadaan bunker atau uang senilai Rp 11 triliun. Informasi ini merupakan hoaks yang bertujuan menyesatkan publik.
Kesimpulan
Seluruh isu yang beredar pada pekan keempat Juli 2026 telah diverifikasi oleh Tim Cek Fakta Kompas.com dan dinyatakan sebagai informasi keliru. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi dan tidak mudah percaya pada klaim yang belum jelas sumbernya. Kompas.com terus berkomitmen melawan penyebaran hoaks demi menjaga integritas informasi publik.



