Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, mengalami pembobolan yang mengakibatkan hilangnya 177 blanko buku nikah. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas saat membersihkan kantor pada Selasa pagi (28/7/2026).
Pembobolan dan Laporan ke Polsek
Penyuluh Agama KUA Kesambi, Moh Abduttawwab, mengungkapkan bahwa saat petugas tiba, pintu kantor sudah dalam keadaan terbuka. Kecurigaan langsung muncul dan mereka segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Kesambi. "Waktu pembersihan itu pintunya sudah pada terbuka. Ya sudah, akhirnya kita lapor ke polsek. Alhamdulillah sebelum magrib sudah diproses semua, sampai malam sudah olah TKP," kata Abduttawwab di Kota Cirebon.
Kerugian dan Barang yang Hilang
Setelah pendataan, diketahui bahwa 177 blanko buku nikah yang merupakan stok di KUA Kesambi raib seluruhnya. Satu-satunya yang tersisa adalah blanko yang sebelumnya sudah dipisahkan untuk keperluan akad nikah pada hari itu. "177 itu stok semua. Enggak ada yang tersisa. Kecuali yang sudah kita sisihkan untuk pelaksanaan, kayak hari ini ada pernikahan," ujarnya.
Menariknya, tidak ada barang lain yang hilang. Komputer, berkas administrasi, dan barang elektronik lainnya masih berada di tempat. Abduttawwab menegaskan, "Hanya buku nikah aja." Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pelaku spesifik mengincar blanko buku nikah.
Modus dan Potensi Penyalahgunaan
Abduttawwab menduga pelaku berniat menyalahgunakan blanko tersebut, misalnya untuk menerbitkan buku nikah palsu. Namun, secara administratif, pernikahan yang dicatat dengan blanko curian tidak akan terdaftar dalam sistem Kementerian Agama, sehingga tidak memiliki kekuatan hukum. Pihak KUA sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut kasus ini dan mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.
Dampak pada Pelayanan Pernikahan
Hilangnya stok blanko buku nikah sempat mengganggu pelayanan pernikahan di KUA Kesambi. Namun, untuk sementara, KUA dapat menggunakan blanko darurat atau mengajukan permintaan ke KUA lain. Masyarakat yang hendak menikah diimbau untuk tetap tenang dan menunggu proses investigasi selesai.
Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran.



