Pencurian bahan bakar minyak (BBM) di Inggris mengalami lonjakan signifikan sejak pecahnya perang Iran yang memicu kenaikan harga BBM. Data terbaru menunjukkan bahwa dalam lima bulan terakhir, rata-rata BBM senilai hampir 200.000 poundsterling atau sekitar Rp 4,3 miliar dicuri setiap harinya dari stasiun pengisian bahan bakar di seluruh Inggris.
Data Forecourt Eye: Kasus Meningkat 20 Persen
Temuan ini berdasarkan analisis dari Forecourt Eye, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pencegahan pencurian BBM. Dikutip dari BBC pada Selasa (4/8/2026), jumlah kasus pengambilan BBM tanpa pembayaran meningkat sekitar 20 persen dalam lima bulan setelah konflik dimulai, dibandingkan dengan periode lima bulan sebelumnya.
Lonjakan ini terjadi seiring dengan melambungnya harga BBM di pasar global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Para pengemudi yang kesulitan memenuhi biaya bahan bakar disebut menjadi pemicu utama meningkatnya aksi nekat ini.
Dampak pada Pemilik SPBU
Fenomena ini memberikan tekanan finansial yang besar bagi pemilik stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). Banyak dari mereka yang harus menanggung kerugian akibat aksi pencurian yang semakin sering terjadi. Beberapa SPBU bahkan dilaporkan mulai memperketat pengawasan dengan memasang kamera tambahan atau meminta pembayaran di muka untuk pelanggan tertentu.
Menurut perwakilan Forecourt Eye, peningkatan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merata di berbagai wilayah Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa dampak kenaikan harga BBM dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Faktor Pemicu: Harga BBM yang Terus Naik
Perang Iran yang berkecamuk sejak awal tahun telah mengganggu pasokan minyak global. Harga minyak mentah melonjak tajam, yang kemudian berdampak langsung pada harga BBM di pompa. Di Inggris, harga BBM mencapai rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, memaksa banyak pengemudi untuk berpikir dua kali sebelum mengisi tangki.
Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya biaya hidup secara umum, sehingga sebagian orang memilih mengambil risiko mencuri BBM daripada harus membayar harga yang semakin tidak terjangkau.
Upaya Pencegahan dan Imbauan
Forecourt Eye mengimbau pemilik SPBU untuk meningkatkan kewaspadaan dan berinvestasi dalam teknologi pencegahan pencurian, seperti sistem pelat nomor otomatis dan alarm yang terhubung langsung dengan pihak berwenang. Sementara itu, kepolisian setempat juga diminta untuk lebih proaktif dalam merespons laporan pencurian BBM.
Meskipun demikian, para pengamat menilai bahwa solusi jangka panjang hanya akan datang jika harga BBM kembali stabil. Selama konflik di Timur Tengah masih berlanjut, risiko pencurian BBM di Inggris diperkirakan akan tetap tinggi.



