3 Pelaku Ganjal ATM di Pamulang Ditangkap, Polisi: Korbannya Banyak
3 Pelaku Ganjal ATM di Pamulang Ditangkap

Tiga orang pelaku pengganjal ATM berinisial AN, IRA, dan MH diringkus polisi saat beraksi di gerai ATM Rumah Sakit Buah Hati, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan menyusul banyaknya laporan warga yang kehilangan uang saat bertransaksi di ATM.

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima banyak laporan dari masyarakat. "Jadi masyarakat itu sering kehilangan uang. Dan laporan masuk di Polsek Pamulang juga sudah banyak. Maka oleh karena itu, saya memerintahkan personel Polsek Pamulang," ujarnya kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Banyak Laporan Masuk ke Polsek Pamulang

Galuh menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk, modus ganjal ATM ini kerap terjadi di wilayah Pamulang. Para pelaku biasanya beroperasi pada pagi hari, memanfaatkan suasana yang masih sepi. Ia menyebut para korban kerap kehilangan uang di pagi hari, sekitar pukul 08.00-10.00 WIB. Ia kemudian merinci bahwa berdasarkan laporan, rentang waktu kejadian adalah antara pukul 06.00 hingga 10.00 pagi. "Setiap kejadian itu rentang waktunya antara pukul 06.00 pagi hingga pukul 10.00 pagi," kata Galuh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dari laporan yang terkumpul, polisi kemudian mempelajari modus dan pola pergerakan komplotan ini. "Nah, dari laporan tersebut akhirnya saya pelajari modus maupun cara dia pelaku itu, di mana masing-masing dari pelaku tersebut, dari tiga pelaku itu memiliki peran masing-masing," tambahnya.

Modus Operandi dan Pembagian Peran

Polisi akhirnya mendapati bahwa tiga pelaku tersebut memiliki peran yang terorganisir. Masing-masing menjalankan tugas spesifik sehingga aksi mereka berjalan cepat dan sulit dicurigai. "Ada yang memiliki peran sebagai pengganjal di dalam gerai tersebut, begitu juga ada yang menawarkan kepada warga yang akan mengambil uang, dan satunya tersebut itu apa itu, memantau di depan," jelas Galuh.

Peran pertama adalah memasang ganjalan pada lubang pengeluaran uang di mesin ATM. Setelah nasabah memasukkan kartu dan menekan nominal penarikan, uang akan tersangkut dan tidak keluar. Pelaku kedua kemudian bertindak sebagai penolong, memberi saran kepada korban agar memasukkan PIN kembali atau mencoba lagi, sambil mengawasi kartu dan PIN korban. Sementara pelaku ketiga bertugas memantau situasi di depan gerai untuk memastikan tidak ada orang yang curiga atau petugas keamanan yang datang.

Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Tidak hanya bermodal nekat, para pelaku juga melengkapi diri dengan senjata tajam. Hal ini diungkapkan Kapolsek Pamulang saat menjelaskan hasil pemeriksaan awal terhadap para tersangka. "Bahwasanya pelaku itu membawa senjata tajam saat beraksi," imbuhnya.

Senjata tajam tersebut diduga digunakan untuk melawan jika aksi mereka dipergoki. Meski demikian, warga yang sempat menyaksikan aksi pelaku di RS Buah Hati berhasil menggagalkan rencana mereka dan langsung melakukan pengejaran.

Aksi Gagal, Warga Kejar dan Ikat Pelaku

Video penangkapan pelaku pun viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar luas, salah satu pelaku terlihat dikejar-kejar oleh warga setelah aksinya gagal. Warga bahkan sempat menendang pelaku hingga terjatuh sebelum akhirnya pelaku diamankan dan diikat.

Dalam video berikutnya, ketiga pelaku tampak dalam keadaan terikat dan dikelilingi oleh sejumlah warga. Mereka tidak bisa berbuat banyak saat polisi datang untuk membawa mereka ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi dia itu ada tiga orang pelakunya di gerai ATM Rumah Sakit Buah Hati Pamulang. Termasuk yang tiga orang ini mengganjal tiga unit ATM ini," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).

Imbauan untuk Warga dan Pengelola ATM

Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna ATM untuk meningkatkan kewaspadaan. Polisi mengimbau agar nasabah selalu memperhatikan kondisi mesin ATM sebelum digunakan, termasuk memeriksa apakah lubang kartu atau saluran uang terlihat ganjil. Jika mengalami kendala saat transaksi, sebaiknya segera menghubungi pihak bank atau petugas keamanan setempat.

Pihak perbankan juga diharapkan memperketat pengawasan di area mesin ATM, misalnya dengan memasang CCTV tambahan dan melakukan patroli berkala, khususnya pada jam-jam rawan dini hari dan pagi hari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Ketiga tersangka kini sudah diamankan untuk menjalani proses hukum. Polisi tidak menutup kemungkinan akan mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih luas, mengingat banyaknya laporan yang masuk dari berbagai lokasi di wilayah Tangsel.