Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menghadiri peringatan Hari Antinarkotika Internasional yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/7/2026). Dalam sambutannya, ia memberikan semangat kepada jajaran BNN untuk terus memberantas peredaran gelap narkoba. Djamari menekankan bahwa peran masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan narkoba.
Keberhasilan Bukan dari Penangkapan Besar
Djamari menyatakan bahwa ukuran keberhasilan pemberantasan narkoba bukanlah dari penangkapan besar-besaran, melainkan ketika tidak ada lagi narkoba yang masuk ke masyarakat. "Keikutsertaan kita, masyarakat, yang harus turut menjaga itu. Sampai saya katakan tadi kepada Kepala BNN dan kepada semua, ukuran keberhasilan kita itu bukan menangkap besar-besaran itu. Ukurannya adalah apabila pencegahan kita berhasil, itu enggak ada lagi barang akan masuk, rakyat sendiri yang menolak," ujarnya.
Mewakili Presiden Prabowo Subianto
Pada kesempatan itu, Djamari hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa peran serta seluruh pihak diperlukan untuk mencegah narkoba masuk ke tengah masyarakat. "Tapi semua unsur yang ada di kita harus, harus kita peduli pada masalah-masalah yang berkaitan dengan antinarkotika itu. Hari ini saya ditunjukkan semua hasil yang sudah dilakukan, rencana yang dilakukan ke depan, program dan tahapan-tahapannya juga sudah disiapkan oleh BNN dan ini suatu hal yang sangat bagus. Tinggal kita bersama-sama melakukannya," jelasnya.
Tugas Dunia Akhirat
Djamari mengingatkan seluruh anggota BNN bahwa tugas memberantas narkoba adalah tugas dunia akhirat. Sebab, nasib bangsa salah satunya bergantung pada keberhasilan tugas tersebut. "Seperti saya katakan tadi kepada anggota BNN, tugas ini adalah tugas dunia akhirat untuk menyelamatkan manusia, menyelamatkan bangsa kita ke depan. Kalau kita turunkan lagi pada level tingkat nasional, upaya yang dilakukan ini adalah upaya yang justru melancarkan program pemerintah dalam menciptakan, membentuk sumber daya manusia kita ke depan," tegasnya.
Indonesia Masih Jadi Pasar Narkoba Internasional
Menko Polkam juga menyoroti faktor geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang menjadi celah bagi masuknya narkoba. Ia menyebut narkoba bisa masuk dari berbagai titik, baik melalui laut, udara, dari barat, utara, maupun selatan. "Masalahnya begini, kita tahu negara kita kan negara kepulauan, ya. Pintu masuk ke Indonesia itu dari berbagai macam, masuk dari mana? Lewat laut, lewat udara, dari titik barat, dari utara, selatan, masih bisa masuk," paparnya.
Djamari mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba. "Nah ini yang menyebabkan terjadi. Saya ingat sekali lagi saya ajak membantu rekan-rekan sekalian ayo kita bersama-sama cegah itu," tambahnya.
Peringatan Hari Antinarkotika Internasional ini juga dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak 3,37 ton oleh BNN. Djamari berharap semangat pemberantasan narkoba terus menyala di seluruh lapisan masyarakat.



