Penyidik Korea Selatan (Korsel) menggeledah kantor pusat Komisi Pemilihan Umum Nasional (NEC) pada Kamis (23/7) waktu setempat. Penggeledahan ini terkait dengan dugaan pemalsuan angka partisipasi pemilih dalam pemilu daerah yang digelar pada Juni lalu.
Pemilu Daerah Juni 2026 Picu Kontroversi
Pemilu daerah serentak nasional di Korsel pada 3 Juni 2026 menjadi yang pertama sejak Presiden Lee Jae Myung menjabat tahun sebelumnya. Puluhan tempat pemungutan suara (TPS) melaporkan kekurangan surat suara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kontroversi ini mendorong pengunduran diri Ketua NEC Roh Tae Ak dan memicu unjuk rasa yang menuntut pemilu ulang.
Penggeledahan oleh Tim Khusus
Juru bicara tim penyidik Korsel mengonfirmasi kepada AFP bahwa sejumlah kantor NEC digeledah oleh tim khusus yang terdiri dari polisi dan jaksa pada Kamis (23/7). Penggeledahan dilakukan setelah tim penyidik menemukan indikasi bahwa pejabat komisi pemilu nasional dan daerah memalsukan angka partisipasi pemilih.
"Kami menemukan indikasi bahwa para pejabat dari Komisi Pemilu Nasional dan Komisi Pemilu Provinsi Gyeonggi memasukkan angka partisipasi pemilih yang tidak benar selama pemilu daerah, dan kami juga sedang melakukan penggeledahan dan penyitaan terkait pihak-pihak yang terlibat," kata juru bicara tersebut.
Belum Ada Tersangka
Hingga saat ini, belum ada penetapan atau penangkapan tersangka terkait dugaan pemalsuan angka partisipasi pemilih tersebut. Penggeledahan masih berlangsung untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut.



