Kemacetan parah yang terjadi di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta, membuat para pengendara emosional. Mereka mengeluhkan waktu tempuh yang membengkak dan rasa 'terpanggang' di tengah terik matahari saat menerjang kemacetan. Salah satu pengendara, Adelaide, warga Jakarta Timur, harus menempuh perjalanan sejauh 10,5 kilometer menuju tempat kerjanya di Jakarta Utara. Dalam kondisi normal, perjalanan itu hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Namun, akibat kemacetan yang cukup parah, ia mengaku membutuhkan waktu hampir 65 menit.
Curhat Pengendara: 'Terpanggang' di Jalan
Adelaide menyampaikan keluhannya saat dihubungi pada Rabu (22/7/2026). Ia merasa 'terpanggang' di tengah terik matahari saat tersendat macet. Tak jarang, para pengendara emosional lantaran kemacetan yang terjadi. "Iya, kayak terpanggang, mana pagi-pagi kan banyak orang buru-buru naik kerja, macet, terus orang pada emosian aja, jadi ikut emosi nih saya. Kalau at this case, mau berangkat dari pagi juga sama aja, karena yang bikin macet itu kontainer yang parkir," jelasnya.
Adelaide mengatakan kemacetan terjadi akibat banyaknya kontainer yang antre di sepanjang jalan untuk masuk ke Depo Cakung. Ia pun meminta pemerintah mencari solusi agar masalah macet ini tak berkepanjangan. "Kalau dari aku, aku maunya kalau bisa jalur kendaraan kontainer dipisahin gitu dengan jalur kendaraan umum, supaya lalu lintas lebih tertata dan aman," kata dia. "Sebagai pengguna motor, jujur, cukup khawatir kalau harus berdekatan terus dengan kontainer berukuran besar, apalagi saat jalan padat. Selain mengurangi kemacetan, menurut aku, pemisahan jalur juga bisa meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan lainnya," imbuhnya.
Pengendara Lain: Berangkat Pagi Tetap Macet
Pengendara lain, Farhani, juga mengungkapkan curhatan yang sama. Farhani menyebut harus berangkat lebih pagi agar tidak telat bekerja karena macet di Jalan Cakung-Cilincing. "Saya harus berangkat kerja pagi biar nggak kena macet, tapi tahunya semua orang pikirannya sama, jadi tetep macet. Karena penyebabnya kontainer yang ngantre itu," kata Farhani.
Saat pulang kerja, Farhani juga harus bergelut dengan macet di ruas jalan yang sama. Sebagai seorang ibu baru, ia harus tiba di rumah tepat waktu selepas bekerja untuk bisa bermain bersama buah hatinya. "Kita harus jaga mood, harus pulang telat waktu. Karena di rumah ada bayi yang menunggu kita, harus main juga sama mereka. Intinya, kita sebagai warga minta masalah macet ini diselesaikan," tuturnya.
Antrean Truk Kontainer Penyebab Kemacetan
Sebelumnya, lalu lintas di Jalan Cakung-Cilincing kembali padat pada hari ini. Kepadatan itu disebabkan oleh truk kontainer yang mengantre panjang di lajur kiri jalan. "Terdapat antrean truk kontainer di lajur sebelah kiri Jalan Cacing Raya yang menuju Depo BSA Logistik," demikian keterangan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya lewat akun X @TMCPoldaMetro, Rabu (22/7/2026).
Dalam video yang diunggah, petugas menemukan antrean truk tersebut mengular panjang pada ruas Jalan Cakung-Cilincing arah utara. Lalu lintas jalan yang biasa disebut Jalan Cacing ini pun cukup padat. Truk kontainer tersebut berbaris di lajur kiri Jalan Cakung-Cilincing, sehingga hanya tersisa dua lajur kanan untuk dilalui kendaraan lain. Dipantau dari lampu lalu lintas, petugas melaporkan kondisi lalu lintas di simpang kolong Cacing juga cukup ramai.



