Ibu Korban KM Nurul Salsa Laporkan Tragedi ke Polisi, Minta Kelalaian Diusut
Ibu Korban KM Nurul Salsa Lapor Polisi, Minta Kelalaian Diusut

Andi Eka Gunarti, ibu dari Naurah (8) yang dinyatakan hilang setelah Kapal Motor (KM) Nurul Salsa tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kepulauan Selayar. Laporan ini diajukan sebagai bentuk keberatan keluarga atas dugaan kelalaian dalam pengoperasian kapal.

Keluarga Minta Penyelidikan Dugaan Kelalaian

Paman Naurah, Hasrul, menyampaikan bahwa keputusan melapor diambil setelah berkonsultasi dengan ahli hukum. "Setelah berkonsultasi dengan ahli hukum, kami memutuskan untuk melaporkan tragedi ini ke Polres Kepulauan Selayar sebagai bentuk keberatan kami," kata Hasrul kepada wartawan, Rabu (22/7). Sebelum melapor, keluarga besar telah bermusyawarah mengenai dugaan kelalaian yang menyebabkan tenggelamnya KM Nurul Salsa. "Awalnya kami bermusyawarah bersama keluarga besar mengenai keberatan kami atas tenggelamnya KLM Nurul Salsa yang menyebabkan kami kehilangan anggota keluarga," ungkapnya.

Dugaan Mesin Sengaja Dimatikan

Menurut Hasrul, keluarga menduga bahwa mesin kapal sengaja dimatikan saat berada di tengah laut karena mengalami kelebihan panas atau overheat. "Informasi keluarga dapat bahwa mesin kapal sengaja dimatikan, karena overheat. Itu yang membuat kami meminta pihak kepolisian diselidiki semuanya secara menyeluruh," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Polres Selayar Terima Laporan dan Lakukan Penyelidikan

Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Andre membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. "Sudah melapor. Yang intinya bahwa laporan keluarga adalah hal yang wajar dan patut diapresiasi, sebagai respon kehilangan anggota keluarga dari tragedi ini," kata Suardi kepada CNNIndonesia.com. Ia menambahkan bahwa penyidik Satreskrim Polres Selayar sudah melakukan penyelidikan sejak sebelum laporan diajukan. "Sebelum keluarga melapor kami sudah menjalankan mekanisme proses hukum dan sudah dilakukan penyelidikan. Sudah lebih 20 orang saksi kami periksa termasuk nakhoda, ABK, korban dan pihak terkait lainnya," jelasnya.

Gelar Perkara Segera Dilakukan

Suardi menerangkan bahwa dalam waktu dekat penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini dapat dinaikkan ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka. "Insyaallah dalam waktu dekat akan kita gelar perkara, apakah kasusnya dapat kita naikkan ke penyidikan dan menentukan tersangka," katanya.

Kronologi Tenggelamnya KM Nurul Salsa

KM Nurul Salsa karam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Selayar, pada Rabu (15/6) siang. Kapal bertolak dari Pulau Jampea pada pukul 05.00 WITA menuju Pelabuhan Benteng di Pulau Selayar. Sekitar pukul 10.00 WITA, kapal mengalami mati mesin sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng. Setelah terombang-ambing di tengah angin kencang dan gelombang tinggi, kapal akhirnya terbalik dan karam pada Rabu malam.

Jumlah Penumpang dan Muatan

Manifes kapal semula mencatat sekitar 46 orang, namun verifikasi tim gabungan Basarnas Makassar menunjukkan total orang di kapal mencapai 78, termasuk 8 Anak Buah Kapal (ABK). Selain itu, kapal mengangkut muatan sembako sekitar 17 ton dan 4 unit sepeda motor.

Operasi SAR Diperpanjang

Basarnas memperpanjang operasi SAR selama tiga hari setelah hari ketujuh pencarian. Pada Selasa (21/7), Direktur Operasi Basarnas Laksamana TNI Yudhi Bramantyo mengatakan perpanjangan dilakukan karena masih ada 16 penumpang yang belum ditemukan. Pada Rabu (22/7), tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di wilayah Kepulauan Sabalana hingga perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa analisis arus laut menunjukkan potensi objek hanyut bergerak ke arah perairan NTB.

Pembagian Sektor Pencarian

Pencarian hari kedelapan dibagi menjadi dua sektor. SRU pertama menggunakan KN SAR Pacitan dan RIB menyisir bagian timur Kepulauan Sabalana, terutama pulau tak berpenghuni. SRU kedua dengan KLM Mattoangin menyisir bagian barat. Kondisi cuaca dengan gelombang tinggi masih menjadi tantangan utama.

Korban dan Identifikasi

Hingga hari kedelapan, dari 78 orang di atas kapal, 59 ditemukan selamat, 3 ditemukan meninggal, dan 16 masih dalam pencarian. Andi Sultan menyebut satu jenazah belum dapat dipastikan sebagai penumpang KM Nurul Salsa, menunggu informasi dari tim DVI.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga