Bukit Teletubbies Semarang Terbakar, Damkar Dikerahkan
Bukit Teletubbies Semarang Terbakar, Damkar Dikerahkan

Bukit Teletubbies yang terletak di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, mengalami kebakaran pada Rabu (22/7) siang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan melalap hamparan rumput serta ilalang kering di lahan kosong milik warga.

Kebakaran Melanda Semak Belukar

Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi di lahan kosong milik keluarga Bapak Sukawi yang berlokasi di RT 06/13 Kelurahan Tandang. "Sekitar pukul 11.30 WIB, telah terjadi peristiwa kebakaran semak belukar berupa rumput dan ilalang kering di lahan kosong milik keluarga Bapak Sukawi," kata Tyas, sapaan akrabnya, dikutip dari detikJateng.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB menunjukkan sebagian hamparan bukit hangus terbakar. Namun, pohon-pohon di area tersebut tidak ikut terbakar. Kebakaran hanya merambat pada rerumputan dan ilalang kering yang mudah terbakar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penanganan dan Pemadaman Api

Dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Semarang dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. "Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses lokalisir dan pemadaman api. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini," sebut Tyas. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 13.15 WIB, saat api akhirnya berhasil dipadamkan.

Tyas juga memastikan bahwa kerugian material dinyatakan nihil karena objek yang terbakar hanyalah lahan kosong berupa semak belukar dan ilalang kering. "Serta kerugian material dinyatakan nihil mengingat objek yang terbakar merupakan lahan kosong berupa semak belukar dan ilalang kering," imbuhnya.

Dugaan Penyebab Kebakaran

Dugaan sementara, api muncul akibat cuaca yang sangat panas pada siang hari tersebut. "Pukul 13.15 WIB [api padam]. Sementara diduga karena cuaca yang sangat panas," kata Tyas. Tidak ada aktivitas manusia yang mencurigakan di lokasi sebelum kebakaran terjadi.

Di dekat bukit tersebut terdapat perkampungan padat penduduk. Bekas kebakaran hanya berjarak beberapa meter dari sejumlah rumah di perkampungan itu. Salah satu akses jalan menuju lokasi kebakaran tidak dapat dilalui menggunakan kendaraan, sehingga petugas harus berjalan kaki sekitar 300 meter untuk mencapai titik api.

Saksi di Lokasi

Seorang pemilik warung di kaki bukit, Sumini (62), mengatakan bahwa saat ia akan membuka warung pukul 10.00 WIB, lahan bukit sudah terbakar. Sumini tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut. "Enggak tahu, itu karena apa, saya di sini sudah murup (api sudah membakar bukit). Pas tidak ada orang barusan," terangnya. Ia menambahkan bahwa petugas pemadam kebakaran tiba beberapa waktu setelah dirinya datang.

Salamun (77), warga lain yang juga membuka warung di lokasi, mengatakan kebakaran sudah padam sekitar pukul 12.30 WIB. "Tahu-tahu sudah ada api besar. Sebelahnya Bukit Teletubbies, jam 12 tadi. Tapi nggak tahu yang bakar siapa, tahu-tahu ada api kelihatan kebulnya," ujar Salamun. Ia menduga api cepat merambat karena angin yang besar. "Kira-kira 12.30 sudah padam. Anginnya kan besar makanya cepat (api merambat)," sambungnya.

Kondisi Terkini

Setelah api padam, area bekas kebakaran masih terlihat hangus. Petugas Damkar memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan akan bahaya kebakaran lahan di musim kemarau. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah atau melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di area yang rawan seperti bukit dengan rerumputan kering.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga