Prajurit TNI Prada Arif Tewas Dikeroyok 9 Orang, 4 Pelaku Ditangkap
Prajurit TNI Tewas Dikeroyok 9 Orang, 4 Ditangkap

Seorang prajurit TNI, Prada Arif Budi Sampurna, ditemukan tewas tergeletak di Jalan Raya Permata Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu, 19 Juli 2026 sekitar pukul 05.45 WIB. Korban tewas setelah dikeroyok oleh sembilan orang dan ditikam sebanyak sepuluh kali.

Empat Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Sisanya

Polisi telah menangkap empat pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan maut tersebut. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengungkapkan peran masing-masing tersangka. BR (36) dan MKN (27) berperan mengejar korban; RRG (22) memukul dan mengejar korban menggunakan sepeda motor; serta H (21) yang mengejar, memukul, dan menusuk korban dengan pisau. Tiga tersangka pertama ditangkap tim gabungan, sementara H menyerahkan diri ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan kemudian diserahkan ke Polres Tangsel.

Polisi masih memburu lima pelaku lainnya. Hingga saat ini, total sembilan orang diduga terlibat dalam pengeroyokan yang menyebabkan Prada Arif meninggal dunia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dugaan Pemicu: Perselisihan di Tempat Makan

Motif di balik pembunuhan ini belum terungkap jelas, namun dugaan awal menyebutkan pengeroyokan dipicu oleh perselisihan. Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menyatakan, "Insiden awal kejadian tersebut diduga akibat perselisihan, salah paham di salah satu tempat makan yang kemudian menyebabkan aksi pengeroyokan disertai penusukan dari suatu kelompok masyarakat terhadap Prada ABS."

Kronologi Penemuan Jasad dan Penyelidikan

Prada Arif merupakan anggota Kodam XVII/Cenderawasih yang sedang melaksanakan tugas membantu Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih di Jakarta. Korban ditemukan oleh saksi yang kemudian melaporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. Tim gabungan TNI dan Polri, termasuk Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, dan Polres Tangerang Selatan, bergerak cepat mengejar pelaku dan mengumpulkan bukti.

Polisi telah memeriksa 17 saksi dalam kasus ini. Delapan orang lainnya telah dibebaskan karena tidak terlibat. Proses penyidikan kini berada di Polres Tangerang Selatan.

Korban dan Pelaku Tidak Saling Kenal

AKP Wira Graha Setiawan menegaskan bahwa antara korban dan para pelaku tidak saling mengenal. Polisi menyita beberapa baju yang digunakan para pelaku saat pengeroyokan sebagai barang bukti.

TNI Kawal Proses Hukum

Pihak Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum dan mengimbau masyarakat serta rekan almarhum untuk tetap tenang. "Pelaksanaan proses hukum dijamin akan dilaksanakan secara transparan," ujar Kolonel Inf Tri Purwanto. Kodam juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga