Polisi Jemput Bola Usut Usher GIIAS Direkam Tanpa Izin
Polisi Jemput Bola Usut Usher GIIAS Direkam Tanpa Izin

Polisi bergerak cepat menindaklanjuti viralnya video yang menjadikan usher atau SPG di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul 'cara mendekati cewek'. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan di lokasi pameran otomotif tersebut.

Polisi Lakukan Penyelidikan di Lokasi GIIAS

"Memang berdasarkan patroli siber, kita menemukan beberapa konten yang membuat korban tidak nyaman. Anggota Opsnal sedang melakukan penyelidikan di GIIAS," kata Wira saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).

Meski demikian, hingga kini belum ada laporan polisi dari korban. Polisi mempersilakan pihak yang merasa dirugikan untuk membuat laporan resmi. "Namun kita dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan telah melakukan penyelidikan untuk mencari korban dan telah mengirim pesan ke media sosial korban melalui akun resmi Satreskrim Polres Tangerang Selatan," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pembuat Konten Minta Maaf

Pria perekam video yang akrab disapa Brian itu telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram @ebemartono. "Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Brian, saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan," kata Brian, Senin (3/8).

Brian mengaku awalnya hanya iseng membuat konten tersebut. "Jadi, awal bikin video itu gini. Awal tuh iseng. Awal suka kenalan sama orang, iseng-iseng aja. Kenalan sama bule, kenalan sama cewek, kenalan sama om-om," ucapnya.

Ia merasa video yang dibuatnya memberikan inspirasi bagi personal introvert untuk lebih percaya diri. Namun, ia menegaskan tidak punya niat negatif. "Segala tuduhan yang timbul mungkin sudah di ranah personal, mungkin ada accusation yang muncul. Lagi-lagi saya minta maaf dan saya tidak membenarkan. Ke depannya saya akan membenahi diri dan meluruskan semua yang terjadi," pungkasnya.

Dampak dan Respons Publik

Kontroversi ini memicu diskusi luas di media sosial. Banyak netizen mengecam tindakan perekaman tanpa izin yang dianggap melecehkan. Ketua Komisi III DPR sebelumnya juga mendorong usher GIIAS untuk melapor ke polisi jika merasa direkam tanpa izin.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam membuat konten, terutama yang melibatkan orang lain. Polres Tangsel berkomitmen mengusut tuntas agar ada efek jera bagi pelaku.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga