Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi mencopot Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Olga Stefanishyna, melalui dekrit yang diumumkan pada Selasa (4/8/2026). Pencopotan ini terjadi di tengah upaya keras Kyiv untuk melobi Washington demi mendapatkan lebih banyak rudal pertahanan udara Patriot guna menangkal serangan udara Rusia.
Keputusan ini sebenarnya sudah diperkirakan menyusul perombakan pemerintahan Kyiv pada bulan lalu. Stefanishyna, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kehakiman, baru ditunjuk sebagai Dubes untuk AS pada Juli tahun lalu.
Alasan Pribadi atau Penyelidikan Antikorupsi?
Dalam unggahan Facebook yang menyertakan surat permohonan untuk dibebaskan dari tugasnya, Stefanishyna menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil atas kemauannya sendiri dan "didasari oleh keadaan pribadi". Dia menyebut penugasannya di Washington DC sebagai "kehormatan terbesar" dalam hidupnya.
"Kami berhasil meningkatkan pasokan senjata Amerika dan mempertahankan dukungan, justru ketika iklim politik di Washington mulai tidak memihak kami," ujarnya dalam pernyataan tersebut.
Namun, menurut laporan media Ukraina, Stefanishyna sedang diselidiki oleh badan antikorupsi Kyiv atas dugaan pelanggaran hukum, meskipun dia belum didakwa secara resmi. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa pencopotannya mungkin terkait dengan penyelidikan tersebut.
Posisi Krusial di Tengah Ketegangan AS-Ukraina
Posisi Dubes Ukraina untuk AS sangat krusial bagi Kyiv, yang bergantung pada pasokan senjata dan pertukaran intelijen dari Washington dalam konflik melawan Rusia. Hubungan antara Zelensky dan Presiden AS Donald Trump sempat diwarnai ketegangan, bahkan gejolak. Namun, Trump belakangan menunjukkan sikap yang lebih mendukung Zelensky.
Hingga saat ini, Zelensky belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan Stefanishyna sebagai Dubes Ukraina di Washington DC. Langkah ini merupakan bagian dari perombakan kabinet yang dilakukan Zelensky secara kontroversial pada Juli lalu.
Pencopotan ini terjadi saat Ukraina terus berjuang menghadapi invasi Rusia dan membutuhkan dukungan militer dari AS. Rudal Patriot menjadi salah satu kebutuhan utama Ukraina untuk melindungi wilayah udaranya dari serangan rudal Rusia.



